“Anda boleh hidup sendiri untuk rentang waktu tertentu, tapi takkan pernah dapat hidup sendirian. Hidup seseorang itu terpenuhi, jika ia dapat bersekutu dan bersatu dengan orang lain. Namun sebuah persekutuan itu hanya akan melahirkan keselamatan, bila disatukan atau bersandar pada Allah.”
Kisah Injil: Yesus menghendaki adanya persekutuan atau persatuan yang erat antara para pengikut-Nya dan Diri-Nya. Agar seseorang itu bisa mencapai keselamatan, ia harus benar-benar mendengarkan Firman-Nya; menyantap Tubuh-Nya serta minum Darah-Nya. Inilah Ekaristi Kudus. Firman Tuhan, ” Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku…”
Jadi bahan permenungan bagi kita:
- 1) Sejauh manakah usaha dan perjuangan kita untuk bersekutu dan bersatu dengan Yesus melalui pembacaan (mendengarkan Firman) dan menghadiri Ekaristi Kudus?
- 2) Manfaat rohani yang dirasakan selama ini, ketika membaca Firman dan menyambut Tubuh serta Darah Kristus?
Akhirnya, bila hanya bersatu dengan Tuhan yang dapat mendatangkan keselamatan, mengapa kita tidak membangun persekutuan dengan Tuhan setiap hari?
“Cari dan temukan Tuhan, karena Ia sedang menantimu.”
Monsignor Inno Ngutra, Pr

