“Hormat dan bakti pada orangtua itu membuka pintu rezeki. Percaya dan mengimani Tuhan, anugerah-Nya luar biasa!” -Mas Redjo
…
Tidak cukup sekadar percaya, tapi saya ainul yaqin, orangtua itu selalu ingin memberi yang baik dan tidak ingin anaknya menderita. Apalagi Tuhan yang Mahabaik, Pengasih, dan Penyayang.
Saya sungguh yakin-seyakinnya, bahwa tidak ada orangtua yang ingin menjerumuskan, dan apalagi mencelakakan anak-anaknya.
Saya bersyukur, karena mempunyai orangtua yang mengedepankan komunikasi demi kebahagiaan anak-anaknya. Orangtua saya tidak otoriter dan ingin membentuk masa depan kami. Mereka sekadar urun saran dan mengarahkan, sedang kebebasan untuk memilih dan memutuskan itu sepenuhnya pada kami.
Nasihat bijak warisan orangtua pada kami adalah, mimpi dan cita-cita itu bakal terwujud, ketika kita mengandalkan Tuhan. Intinya, untuk taat dan setia pada kehendak-Nya dengan cara hidup berhikmat. Istilahnya, “selalu muncul pelangi, setelah hujan.”
Dengan hidup berhikmat, meski kami mengalami kegagalan, pahit getir, dan bahkan jatuh terpuruk agar kami tidak patah semangat serta putus asa. Sesungguhnya, kasih Allah lebih besar dan dahsyat, jika dibandingkan dengan masalah, kegagalan, dan derita kita.
Dengan berefleksi agar kita bangkit lagi dan berjuang kembali. Untuk makin peka melihat dan memahami hikmat Tuhan.
Dengan membaca Kitab Suci, kita makin mengenal dan dekat Tuhan yang diimani untuk taat serta setia melakukan kehendaknya.
Membangun intimasi dengan Tuhan itu sejatinya agar kita tidak sekadar sebagai pewarta sabda-Nya, tapi sekaligus sebagai pelaksananya. Sehingga api jiwa kita menyala makin terang.
Jadilah saksi-Nya!
…
Mas Redjo

