“Yesus dapat ditemui lewat dan melalui beragam cara, namun hanya di dalam Eksristi/Misa Kudus, Anda benar-benar melihat dan merasakan kehadiran-Nya.”
Pengalaman kedua murid yang ke Emaus membenarkan pernyataan di atas. Selama sepanjang jalan, memang mereka bercakap-cakap dengan Yesus, tapi mereka tidak mengenal-Nya sampai Ia memecah-mecahkan roti dan membagikan kepada mereka, sehingga mereka sadar, bahwa Dia adalah Yesus.
Hari ini kita disadarkan, bahwa:
- 1) Dalam derita dan penyakit, kecemasan dan ketakutan, kegagalan dan keputusasaan, Yesus senantiasa datang kepada kita melalui beragam cara dan orang, tapi sering kali kita tidak mengenal-Nya, karena lebih fokus pada sakit dan derita kita daripada kehadiran dan kuat kuasa-Nya;
- 2) Dalam dan melalui kehidupan, juga melalui sabda-Nya, kita boleh mendengar suara Yesus, tapi hanya melalui Ekaristi atau Misa Kudus, kehadiran-Nya jadi nyata, dan dapat dirasakan;
- 3) Adalah tugas kita untuk mewartakan Yesus yang bangkit, yang ditemui dalam Ekaristi Kudus kepada sesama kita.
Akhirnya dalam keadaan apa pun, yakinlah, bahwa Yesus akan selalu hadir untuk meneguhkan, menghibur, dan menguatkan kita.
Monsignor Inno Ngutra, Pr

