1.
Duduk di trotoar menunggu kerak telor
tempatnya dekat pelataran Monumen Nasional
di depannya ada Istana Negara
Deru kendaraan hilir mudik berpacu
sepanjang siang hingga senja berlalu
Kisah cerita terpatri di museum Monas
Rindu damba berkilau emas di puncak tugu
Fakta dan tanya mengusik jiwa raga
2.
Hingar bingar lampu kota gemerlap
meski pengemis dan gelandangan nasibnya gelap
Ini bumi Betawi tanah Salaka Nagara
Sekarang Jakarta Ibukota Negara
Katanya sudah jadi kota budaya dunia
Mungkin juga seperti kuali raksasa bagi aneka bangsa
Karena yang digoreng adalah aneka kepentingan dan agenda
Karena silih berganti yang berkuasa
entah demi rakyat Indonesia atau siapa?
3.
Penjual kerak telor bercerita
“ini adalah makanan khas Betawi
Dirinya pun keturunan leluhur Betawi
Katanya dahulu ada Pangeran Jayakarta dan Si Pitung
masih ada banyak tokoh hebat lainnya
Tetapi…
sekarang banyak cerita sirna
ketika kampung, empang dan sawah tak ada
Kebijakan kompeni zaman Belanda
seperti tersisa wajahnya di Kota Tua
dan yang jadi Istana Merdeka
setelah NKRI lahir dan berkuasa
4.
Betawi…
Batavia ke Jakarta
Kini menjelma jadi aneka sarana kota
dengan nama jalan beraneka cerita
Ada banyak kampung telah menjelma
seperti Kampung Ambon, Kampung Melayu dan Kampung Makasar
Ada nama pasar sesuai nama hari
seperti Pasar Senen hingga Pasar Minggu
lalu kini aneka gedung pasar swalayan
Mungkin di sini kampung segala bangsa dunia
menggoreng damba dan tanya jadi kerak telor dan gado-gado
5.
Ada deretan nama pahlawan di jalanan
Nama pulau dan kota pun hadir menggeser wajah Betawi
Gedung berderet dan berhimpun pemukiman modern
Sarana perkotaan silih berganti dibangun
Kami para pemilik adat budaya Betawi
kini jadi tamu dan orang pinggiran di kampung sendiri
Dari kompeni menyebut Batavia
Sampai NKRI jadi Kota Metropolitan Jakarta
Wajah Betawi terus menjelma dalam tanya
Entah esok jadi apa?

