Alih-alih percaya pada kasih Tuhan yang tidak terbatas, kita sering kali justru fokus pada ketidakmampuan dan keterbatasan kita. Sikap pesimis dan tanpa harapan itu kerap kali membuat kita tidak berkembang dalam kebaikan dan cenderung tidak mau repot melakukan sesuatu untuk kebaikan orang lain.
Yesus yang memberi makan 5000 orang adalah kisah kasih Yesus yang tidak terbatas bagi manusia. Meskipun kita manusia terbatas, kasih Yesus memungkinkan kita untuk optimis dan melangkah maju dalam kebaikan. Bukan hanya untuk diri kita sendiri, melainkan juga untuk kepentingan bersama.
Dalam diri seorang anak yang mempersembahkan lima jelai roti dan dua ikan, seakan kecil dan tidak berguna, Tuhan berkarya dan menjadikannya berkat bagi banyak orang.
Apakah hidup kita terhubung dengan kasih Yesus yang tidak terbatas? Atau justru kita sibuk dengan diri sendiri, pemenuhan diri, karena ego memaksa kita untuk fokus pada diri sendiri?
“Ya, Tuhan, mampukanlah kami untuk mau berbagi dengan orang-orang di sekitar, terutama mereka yang lemah dan tersingkir. Amin.”
Ziarah Batin

