Salah satu ciri semangat Paskah ialah sekolah ketaatan. Sekolah ini sangat berbeda dari berbagai sekolah yang kita miliki seperti sekolah militer, perawat, polisi, teknik komunikasi, administrasi, dan sebagainya. Sekolah-sekolah kita ini jelas menghasilkan banyak sekali lulusan, tapi apakah mereka semua lulus dalam kebajikan ketaatan, ini jadi suatu pertanyaan besar. Kenyataannya, mereka tidak memberikan pelajaran dan pelatihan spesifik untuk jadi pribadi yang taat.
Alangkah tepat dan baik, jika semua sekolah itu mengambil semangat Paskah untuk mendapatkan pelajaran tentang ketaatan. Pelajaran utama di sekolah ini ialah Yesus yang taat secara sempurna kepada Bapa-Nya untuk menunaikan kehendak Bapa, dengan merelakan diri-Nya jadi korban bagi keselamatan umat manusia dari dosa. Hal ini adalah sumber utama bagi kurikulum pembelajaran ketaatan semua pengikut-Nya dan semua orang lain yang menjalankan kehendak Tuhan.
Yesus menegaskan, bahwa pembelajaran dasar bagi kita ialah percaya kepada Dia yang diutus oleh Bapa dan mengikuti jalan yang dilalui-Nya, yaitu melaksanakan kehendak Bapa. Ini harus menjadi semangat umum bagi setiap pengikut Kristus. Setiap bentuk kegiatan, perutusan, tanggung jawab, komitmen, pelayanan, dan pengabdian mesti berhaluan pada sekolah ketaatan ini. Intinya ialah semua itu demi melaksanakan kehendak Allah. Jika kehendak Allah yang diikuti, maka kebaikan dan kebenaran itu yang jadi hasilnya.
Salah satu contoh yang ditunjukkan tentang sekolah ketaatan ini ialah Petrus dan para Rasul lainnya yang hendak dibungkam oleh Mahkamah Agama Yahudi. Mereka dilarang keras untuk memberitakan Injil dan Yesus Kristus kepada publik. Karena pendidikan ketaatan mereka sudah terbentuk amat kuat, dengan lantang mereka berkata: “lebih baik bagi kami taat kepada Allah daripada kepada manusia.”
Pendidikan ketaatan ini fokus pada prioritas loyalitas dan kesetiaan kepada Allah. Intinya, godaan atau ancaman untuk terlepas atau tidak patuh kepada Allah itu mesti dilawan.
Mengapa Tuhan jadi prioritas dalam sekolah ketaatan? Pada Dia semua ajaran moral, kebaikan, kebenaran, keindahan, kemuliaan, dan kekudusan itu berasal. Dia pangkal semua kebijaksanaan dan kepandaian. Jika kita memilih untuk taat kepadanya secara konsisten, kita bakal jadi patuh dan taat dalam segala aspek tatanan atau aturan yang berlaku, di mana dan kapan pun di dunia ini.
“Ya, Allah yang Mahakuasa, semoga ketaatan kami kepada-Mu tidak asal-asalan tetapi sungguh benar dan nyata seperti Putra-Mu Tuhan Yesus Kristus yang taat kepada-Mu. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

