“Dilahirkan kembali itu bukan memperbaiki diri lama kita, melainkan menerima hidup baru dari atas.”
Allah yang Maharahim, melalui Yesus, Engkau mengundang kami untuk mengalami kelahiran baru dalam Roh. Seperti Nikodemus, kami sering tidak mengerti: kami mencoba memahami dengan pikiran sendiri, mengandalkan kekuatan sendiri, dan memperbaiki hati kami yang terluka. Tapi Engkau menunjukkan, bahwa kami tidak dipanggil untuk sekadar memperbaiki diri, tapi dilahirkan kembali.
Roh-Mu bergerak seperti angin: tidak terlihat, tapi nyata kuasanya, menghidupkan kami dengan kehidupan baru. Ajarilah kami untuk tidak hanya mengerti, tapi percaya dan berserah. Beri kami iman untuk tetap percaya, bahkan saat kami tidak memahami sepenuhnya.
Yesus, Engkau telah ditinggikan di kayu salib, seperti ular tembaga di padang gurun, supaya setiap orang yang memandang kepada-Mu dengan iman memperoleh kesembuhan dan hidup yang kekal. Dalam wafat dan kebangkitan-Mu, Engkau jadi keselamatan dan harapan kami. Tolong kami untuk selalu memandang kepada-Mu, terutama dalam kebingungan dan penderitaan kami.
Bapa, biarlah kelahiran baru dalam Roh ini nyata dalam hidup kami. Satukan kami jadi sehati dan sejiwa, seperti jemaat perdana: penuh kasih, murah hati, dan rela memberi. Jadikan hidup kami kesaksian nyata, bahwa kami adalah milik-Mu.
“Yesus, Tuhan yang bangkit, Engkaulah Andalanku. Amin.”
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

