1.
Meretas Mata Air
Satu tetes kata doamu
mampu basahi wajah angkasa
Satu ayat sujud mantramu
bisa menoreh pelataran Surga
Satu dunia sujud berdoa
dengan iman pasrah sahaja
Surga pasti buka pintu cinta
Dan…
angkasa turunkan hujan misteri membasuh kobar bara gengsi
Agar api padam tumbuh damai
Karena kasih Ilahi abadi
Masih adalah iman di zaman digital ini?
2.
Lilin-Lilin Kecil
Gelap gulita alam itu cinta
berbeda jika hitam pekat jiwa raga
Bisa kobarkan bara nafsu selera
mampu membakar alam dan sesama
Demi dapatkan kuasa dan harta
Tak peduli harkat martabat sesama
Ada lapar kasih pada jiwa raga sahaja
Ada dahaga cinta rakyat jelata
dalam galau lara derita
nyalakan lilin kecil harapan
sebagai ayat doa kepasrahan
karena tak ada lagi perkataan
3.
Kepada Semilir Angin
Ini desah nafasku
Hanya karena engkau Sang Angin
Aku pasti terkulai mati ragaku
jika tak berfungsi pernafasan
Aku tidak ada senjata berperang
Aku tidak punya kuasa melarang
Engkau angin punya daya kuasa
bisikan pada penguasa pemilik senjata
Jumlah kami tanpa senjata
jauh lebih banyak dari penguasa
Kami sama-sama butuhkan udara
Jadikan mereka sesama saudara
4.
Doa Debu Tanah
Ya, Sang Pencipta
telah kucatat pada setiap telapak manusia
Ayat amanah alam semesta
bahwa dirinya tergantung mutlak pada debu tanah
Maka mereka mesti sadar berterima kasih
Ya, Sang Pencipta
telah kutulis pada raga manusia
bahwa hakikatnya tercipta dari debu tanah
Dan nanti pasti kembali raganya pada tanah
Sehingga mesti pandai bersyukur pada Pemilik jiwa raganya
Entah mereka tahu dan sadari
Engkau Maha Mengetahui
Entah mereka pandai dan bijaksana
untuk berterima kasih dan bersyukur pada-Mu
Semua Kuasa-Mu dan milik-Mu

