Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Spiritualitas Guru adalah dasar atau roh yang menyemangati dan menggerakkan Guru dalam menjalankan tugas.”
(Paul Suparno, SJ)
Spiritualitas Guru Sejati
“Guru adalah salah satu unsur penting dalam pendidikan. Seorang Guru yang memiliki spiritualitas tinggi akan melakukan tugasnya dengan penuh kreativitas dan rasa tanggung jawab. Spiritualitas Guru adalah dasar atau roh yang menyemangati dan menggerakkan Guru dalam menjalankan tugas.” Demikianlah sinopsis yang berupa sebuah pandangan dari Pastor Paul Suparna, SJ lewat bukunya yang berjudul, “Spiritualitas Guru.”
Guru, ya, sang dia, yang dapat digugu dan bahkan ditiru. Dialah yang dikiaskan laksana “obor penerang dalam kegelapan.” Bahkan bukankah Guru dijuluki juga sebagai sekeping Mentari?
Mari Mencermati Ilustrasi ini!
Seorang Raja yang berhati mulia, telah mendeklarasikan dan memutuskan akan “memberikan penghormatan tertinggi kepada siapa saja yang dengan tulus dan jujur mengabdikan diri bagi kepentingan rakyat di dalam Kerajaannya.”
Para Abdi Raja segera membawa banyak orang sebagai “tokoh agung yang telah pengabdi masyarakat.” Mereka berasal dari berbagai latar belakang: tokoh di bidang ekonomi, sosial, politik, dan juga seni budaya.
Di antara mereka, tampak juga seorang calon penerima mahkota emas, yang berambut memutih, berwibawa, gerak geriknya agung, sikap berdirinya santun, serta sinar matanya memancarkan kebijaksanaan, pengertian, dan cinta.
“Siapakah dia ini?” tanya Raja.
“Di bidang apakah ia telah mengabdi masyarakat?”
Jawab Abdi Raja, “Yang Mulia telah melihat dan mendengar semua jasa baik dan pengabdian mereka. Tapi Tuanku, mohon sudi dengarkan daku!”
“Dia ini adalah Guru dari semua mereka yang telah berjasa bagi Kerajaan Tuanku.”
Kini bergemuruhlah seisi auditorium agung itu. Sang Raja berdiri sambil menatap penuh hormat kepada Guru Agung itu. Dengan langkah perlahan, Raja mengenakan mahkota emas ke atas kepada Guru Agung itu.
Brian Cavanaugh
(1500 Cerita Bermakna)
Siapakah Guru Sejati itu?
- ‘Ibu’ kita pun adalah sang Guru sejati itu. Bukankah kedisiplinan sejati itu, justru diperoleh dan timba dari rumah kita, sebagai dapur keluarga?
- “Bona culina, bona disciplina,” “Dari dapur yang baik, akan menentukan disiplin yang baik pula.” Demikian adagium Latin yang telah mendunia ini. Dapur keluarga adalah sebuah sekolah yang adalah tempat anak memasak aneka disiplin ilmu untuk merancang masa depannya.
Dunia kita sangat membutuhkan figur-figur nan agung seperti:
- Konfucius: Filsuf dan Guru moralitas, etika, dan kebijaksanaan asal China.
- Mahatma Gandhi: sang pejuang kemanusiaan yang anti kekerasan (ahimsa).
- Mother Theresa: sang pejuang kemanusiaan yang bergelar orang kudus.
- Abraham Lincoln: Presiden ke-16 Amerika Serikat adalah sang guru pengampunan.
Refleksi
Guru sejati adalah akar dan induk dari segala kedisiplinan hidup ini!
Guru Agung
Dia yang berpribadi agung, bersikap, dan bertindak agung, bertutur, dan berbuat sejalan seirama.
Dia laksana sebatang kandil dalam kabut gulita, memberi secercah cahaya tersamar sambil meleleh diri.
Mulut emasnya merendahkan aneka sulaman inspiratif bagi sang murid.
Guru Agunglah sang Inspirator kehidupan!
(Pada Sepotong Catatan)
Kediri, 5 Maret 2026

