Melayani dengan Hati

Kata ‘hamba’ berasal dari kata ’Servant/Slave’ (Inggris), ‘Doulos’ (Yunani), atau ‘Ebed’ (Ibrani) itu berarti orang yang memiliki kemampuan untuk melayani.

Sejatinya kita ini adalah pelayan dengan peran yang berbeda-beda: dalam Gereja, keluarga, atau di tempat lain. Kita selalu ada untuk dan siap melayani.

Ada tiga hal yang bisa dipelajari tentang seseorang yang berhati hamba:

Pertama: orang yang hanya mengerjakan tugas. Dengan kata lain, seorang hamba adalah seseorang yang hanya menuruti kehendak tuannya. Setiap perintah dijalankan dengan baik, benar, dan bertanggung jawab.

Kedua: seseorang yang tahu siapa dirinya. Artinya dia taat setiap hari.

Ketiga: tahu bagaimana mengatakan “Terima kasih.” Karena dia memiliki kesempatan untuk melayani.

Di sinilah, semua orang tahu, ketika kita melayani dengan cinta yang besar, hasilnya benar-benar memuaskan. Bukankah begitu? Jika demikian, teruslah untuk melayani di manapun kita berada.

Melayani dengan hati, Tuhan memberkati.

Rm Petrus Santoso SCJ