Bilur-Bilur dan Luka-Mu

| Red-Joss.com | Aku tidak bisa berhenti hanya merenungkan mahkota duri di kepala-Mu. Mataku tertangkap oleh bilur-bilur dan banyak luka di sekujur tubuh-Mu yang kudus itu.

Hatiku pedih nyeri, karena serasa tidak ada lagi tempat bagi tubuhmu untuk terhindar dari bilur-bilur dan luka itu.

Bilur-bilur bekas cambuk, tinju, pentungan, atau tombak tentara. Setiap bilur dan luka itu tertulis keangkuhan, ketidak-taatan, dan dosa kami yang Engkau tanggung demi menebus dosa dan keselamatan kami.

Bilur-bilur dan luka-Mu…

  • Tertinggal jelas dalam kain kafan yang membalut tubuh kudus-Mu.
    Tertulis jelas juga dalam Kitab Suci dan tradisi-tradisi suci para Bapa Gereja.
  • Terpatri kuat dalam iman kepercayaan kita dan para sahabat.
  • Semua itu akan diingat oleh kita semua dalam perjalanan menuju surga.

Bilur-bilur dan luka-Mu…

  • Telah menjadi penyembuh bagi luka-luka kita.
  • Setiap bilur dan luka-Mu telah menjadi obat kuat bagi hidup kita.
  • Dari lambung-Mu yang tertikam itu tidak pernah habis cinta-Mu terus dicurahkan.
  • Darah dan air tetap menjadi sumber kesegaran dalam kontemplasi kita.
  • Inilah ajaibnya cinta-Mu, kekuatan cinta-Mu, dan mukjizat penebusan-Mu.

Semua itu untuk pelajaran kita: bahwa jangan takut luka, sebab justru dengan luka itu, kita tahu pengorbanan yang telah terjadi. Jika kita melukai sesama, berarti juga menambahkan luka lagi pada tubuh-Nya, sebab dalam diri saudara dan saudari itu ada Engkau yang bersemayam.

Rm. Petrus Santoso SCJ