Aku bangun dan telah jadi manusia yang baru:
Tidak ada yang kucemaskan, karena Tuhan memelihara hidupku!
Tidak ada yang kutakutkan, karena Tuhan menjagaku!
Tidak ada yang kukhawatirkan, karena Tuhan menyediakannya!
Tidak ada yang kuragukan, karena Tuhan menguatkanku!
Tidak ada yang kusembunyikan, karena Tuhan melihatku!
Tidak ada yang kutanyakan, karena Tuhan memberikan kepastian!
Tidak ada yang kuraba, karena Tuhan memberikan terangnya!
Tidak ada yang menggoyahkan, karena Tuhan yang menopangku!
Tidak ada yang kuteriakkan, karena Tuhan ada di dekatku!
Tidak ada yang kulupakan, karena Tuhan cinta padaku!
Tidak ada yang menggetarkan, karena Tuhan jadi perisai dan benteng pertahananku!
Tidak ada yang melemahkanku, karena aku bekerja dan melayani untuk Tuhan!
Itulah hidup baru dalam Tuhan. Dia membuatnya jadi baru dalam kesegarannya. Kesegaran ini harus tampak pada wajahku, senyumku, mataku, gengaman tanganku, tutur kata dan tindakanku, serta pada kobaran semangat kesegaran dalam hatiku.
Aku terus berjalan sebagai peziarah, musafir. Aku terus berjumpa dengan pribadi-pribadi yang lain. Semuanya itu amat menyenangkan dan menyegarkan. “It is a journey of faith because I am walking with God.“
Terimalah setiap kehadiran dari pribadi-pribadi yang kita jumpai. Sebab, dari mereka kita bisa belajar banyak kisah kehidupan.
Makin mantap dengan kalimat ini, “To whom I render worship and service … that is my God.” Manusia baru itu makin berani berserah diri dan mempersembahkan hidupnya pada Tuhan.
Macau, 29 Maret 2025
Romo Petrus Santoso SCJ

