Rahmat Tuhan yang Menyertai

“Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu, baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya” (Flp 2: 13).

Semua yang baik itu selalu berasal dari Tuhan. Sejak dosa masuk ke dalam dunia, manusia memiliki kecenderungan untuk jatuh ke dalam dosa. Oleh karena itu, untuk melakukan perbuatan yang baik, manusia membutuhkan rahmat Tuhan. Dengan demikian, setiap kehendak baik yang tumbuh dalam hati manusia merupakan karya Allah. Sungguh besar ketergantungan kita pada rahmat Allah! Tapi manusia sering kali tidak menyadarinya. Kita bahkan dapat menjadi sombong dan berkata, bahwa semua yang kita capai terjadi, karena kekuatan dan kemampuan kita sendiri. Kita lupa, bahwa Allah-lah yang mengerjakan segala sesuatu yang baik itu dalam diri kita. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita senantiasa memohon rahmat Allah dalam segala sesuatu yang kita kerjakan, agar semuanya menghasilkan buah yang baik dan mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri maupun sesama. Dengan demikian, kita dapat bertumbuh menjadi anak-anak Allah yang tidak bercela dan bercahaya seperti bintang-bintang di dunia (bdk. Flp 2:15).

Sr. M. Valentina, P. Karm

Rabu, 04 November 2026
Flp 2: 12-18; Mzm 27: 1.4.13 -14; Luk 14: 25 -33

Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com