Misi Kasih Dimulai dari Rumah

Kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” (Mat 22: 21).
Pada Hari Minggu Misi, penginjil Matius mengajak kita untuk merefleksikan kehidupan keluarga Katolik yang menyerahkan hati, iman, dan kehidupan sehari-hari kepada Allah. Misi ini tidak hanya menjadi tugas para Imam atau Biarawan-biarawati, melainkan panggilan setiap keluarga untuk menjadi saksi kasih Kristus di tengah dunia.
Para orang tua dipanggil untuk mewartakan Injil melalui teladan kesabaran, kejujuran, dan ketulusan hidup. Sedangkan anak-anak dibina dalam budi pekerti melalui sikap hormat, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama.
Di tengah kesibukan bekerja untuk mencari nafkah dan memenuhi tanggung jawab rumah tangga, keluarga tetap diajak untuk menyediakan waktu berdoa, mengikuti Ekaristi, serta membantu sesama yang membutuhkan.
Rumah yang dipenuhi doa dan kasih akan menumbuhkan semangat misioner yang sederhana, tapi nyata. Ketika keluarga hidup setia kepada Tuhan dan mengalami kasih-Nya, mereka menjadi terang bagi lingkungan sekitar melalui tindakan dan kesaksian hidup sehari-hari. Dengan demikian, iman Katolik tidak berhenti di Gereja, melainkan hadir dalam tindakan kasih, pengampunan, dan pelayanan kepada sesama serta masyarakat setiap hari.
Rm. Marsianus, CSE
Minggu, 18 Oktober 2026
Yes 45: 1.4-6; Mzm 96: 1.3.4-5.7-10; 1 Tes 1: 1-5; Mat 22: 15-21
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.