Kepada Para Sosok Wajah Memori
Mosaik Serpihan Kelana -94
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores

1.
Dalam catatan ziarah nalar
ada kisah seribu sosok wajah
yang terpatri dalam halaman jiwa raga
Dalam tulisan rekaman kelana pikiran
ada jutaan cerita tentang kehadiran sesama saudara
Sebagian mereka masih ada berkelana
meski semakin jarang bertemu lagi
Sangat banyak yang telah usai kelana ziarahnya
Ada yang tinggal wajah samar dalam memori
Ada yang hanya sesekali terlintas teringat namanya
Dan…
sangat banyak sosok wajah yang hilang bersama derap waktu Mereka tersapu angin dinamika dan diterjang badai perubahan zaman
dalam lembaran keterbatasan nalarku yang semakin tua renta usang
2.
Pikiran hari ini tergores gugatan memori
sekelompok umat memperingati hari para arwah
untuk mengenang dan berdoa bagi kedamaian jiwa orangtua keluarga sanak saudara dan sahabat kenalan
Aku pun terpanggil untuk mengenang para keluarga dan sesama saudara
Ada berbagai ekspresi ketika membuka lembaran memori sosok wajah mereka yang terkasih
Karena relasi darah yang masih mengalir dalam diri
Karena rekaman kasih sayang dan jasa baiknya yang tercatat dalam hati sanubari
Karena ikatan persaudaraan dalam desah nafas dan persahabatan yang mengalir dalam desir darah
Dan…
harus aku sadari bahwa banyak sosok wajah yang tidak dikenal
tetapi sangat berjasa bagi kelana ziarahku hingga saat ini
3.
Kepada sosok-sosok wajah yang telah usai kelana hidup
Saat ini aku nyatakan rasa maafku
atas kelalaian melupakan jasa persaudaraan dan kasih sayang kalian
Ada ragam alasan bisa kutulis untuk membela diri
tetapi tidak bisa aku mengubah fakta kelalaian yang telah terjadi
Bersama semua yang berdoa dan mengenang wajah pribadimu hari ini
Akupun daraskan doa sahaja bagi kedamaian jiwamu
Aku juga beranikan diri bertanya dan memohon
Seperti apakah kehidupan jiwamu di alam arwah
Bagaimana nasib jiwamu dengan segala ritual dan doa kami yang hidup untukmu
Mengapa sangat jarang sosok jiwa kalian menyapa dan berkomunikasi dengan kami keluarga serta para sahabat
Adakah misteri kematian dan fakta alam arwah tak pantas didengar dan diketahui kami semua?
4.
Seperti nyala lilin yang terbakar di pusara serta tempat doa ritual lainnya
Adakah jiwamu hanya tanya dan misteri
setelah memberi cahaya selama kehadiranmu di bumi ini di tengah sesama saudara
Dalam wangi dupa dan harum aneka bunga
kami titipkan doa rindu damba
agar damai jiwamu di alam arwah
karena kasih sayang dan kerahiman Sang Ilahi
Namun…
sering tersembunyi tanya di relung kalbu
Adalah roh jiwamu hidup berkelana di alam arwah
Ada berapa banyak tempat dan aturannya tentang alam arwah itu
karena ada beragam fakta tradisi ritual kematian dan ajaran tentang kehidupan setelah kematian
Kepadamu segenap sosok wajah sesama saudara
yang telah pulang menghadap Sang Ilahi
Semoga damai jiwamu dan berkenan mendatangi kami yang masih berkelana di bumi
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.