Puisi Cinta di Pelampung Oranye
Mosaik Serpihan Kelana -58
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores

Pengalaman sebagai korban kecelakaan kapal seperti sebuah lukisan di atas kanvas dan goresan sajak di halaman buku puisi
bagi kelana jiwa raga para korban
Melukis sosok diri dan menulis pribadi
sebagai apa dan siapa di hadapan alam dan sesama
Samudra seperti lembaran ujian
untuk menulis jawaban hakiki pribadi
apa dan siapakah yang diandalkan saat maut mengancam
Ketakberdayaan di hadapan ajal menagih pilihan nalar dan nurani
Ketakmampuan di hadapan kematian menggugat keputusan sanubari jiwa
Satu pelampung oranye bagi sepasang kekasih
Seperti sahabat sejati menemani perjuangan hakiki
menulis puisi jiwa raga di hadapan Sang Ilahi
Seperti sosok saksi paling setia mendampingi
melukis pribadi di tengah jagat semesta
Ayat-ayat cinta ditulis bersama dalam galau rasa
Goresan warna-warni kasih diukir berdua dengan sejuta ada
Entah inikah mantra sakti di tengah kepasrahan
Entah inikah doa hakiki dalam perjuangan
Hanya samudra yang merekam detak jantung
Hanya angin yang memotret desah nafas
Hingga akhirnya pasangan itu ditemukan selamat
Ketika puisi cinta di pelampung oranye itu diberitakan
aku yakin tak cukup kata mampu merangkul kisahnya
Saat lukisan kasih
di kanvas samudra itu diperlihatkan
aku percaya bahwa tak cukup warna menggores sosok wajah dan cerita
Pasangan korban yang kedinginan direndam asinnya perjuangan
tak punya cukup terima kasih untuk diucapkan
Kedua sejoli yang dibakar kobar api harapan
tak miliki ayat syukur sempurna dikatakan
Keselamatan dari kecelakaan itu fakta, rahmat dan misteri Ilahi
Membaca berita selamatnya pasangan kekasih itu mengharukan
Ada seribu tanya dan sejuta penasaran
karena kebodohan diri yang sering menutup kewarasan nalar
karena kebutaan hati nurani yang biasa digelapkan selera
karena kehampaan sanubari jiwa yang dibelenggu kepapaan raga
Tetapi…
terlintas percik nalar menghentak
seandainya aku yang mengalami kecelakaan itu
entah apa yang akan kulakukan dan siapa yang kuandalkan
Mengapa mereka berdua bisa bertahan dan selamat
Saat jemari tergerak mengetik tulisan ini
Ada rindu damba menjumpai pasangan kekasih yang selamat
Ingin kupotret sosok nalar pikirannya
apa yang dipilih dan diputuskan keduanya saat itu
Ingin kutulis kisah perasaan dan cerita nuraninya
dalam perjuangan jiwa raga di tengah samudra
Ingin kulukis sosok wajah sanubari jiwanya
apa mantra sakti dan doa ajaib yang didaraskan
Mungkinkah pasangan cinta itu bersedia dijumpai
Mampukah kedua kekasih itu memilih ayat kata dan untaian kalimat
merangkul pengalaman istimewa
yang menjadi fakta, berkat dan misteri itu
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.