Permusuhan

“Kecilkan ego dan perbesar kasih, maka hidup akan damai.” -Rio, Scj.

Sambil menikmati kopi, terlihat pemandangan menarik. Seekor anjing dan kucing berjalan beriringan. Entah sejak kapan terjadi persahabatan antara anjing dan kucing. Padahal biasanya hampir setiap pagi para Frater menguburkan kucing yang mati di hajar anjing. Tapi kok pagi ini tumben mereka berdamai.

Hidup kadang juga begitu. Sebelumnya musuh bebuyutan menjadi sahabat sejati. Yang sebelumnya bertengkar dan benci setengah mati, eh, bucinnya tidak ketulungan. Sebelumnya tetangga selalu bikin reseh sekarang seperti saudara. Tidak ada yang mustahil, bila kita mempunyai hati yang mau mengasihi dan mengampuni. Selalu ada cara buat Tuhan menciptakan kedamaian dan kasih tulus.

Kadang ego kitalah yang kita besar-besarkan. Hal sepele menjadi bumerang, marah tidak ketulungan, bahkan dendam. Ego kitalah yang menutup ruang hati kita untuk mengasihi.

Mari kendalikan ego, untuk kasih yang lebih tinggi. Bukan berarti ego tidak baik, menjadi lebih baik itu kecilkan ego, perbesar cinta dan kasih. Keluarga, persahabatan, persaudaraan dan hidup akan ada dalam damai, ketentraman dan cinta kasih.

Deo gratias.

Rm. RP Rio, Scj