Pohon

“Be best yourself.” -Rio, Scj.

Pohon yang ditebas tidak memikirkan cara membela, tapi memikirkan cara bertunas. Ia tidak menghitung luka, tak meratapi dan menyesali yang sudah terjadi. Tidak pula mencari kesalahan atau menyalahkan. Pohon juga tidak sibuk untuk membalas. Ia memilih diam, bukan karena lemah, melainkan tahu ke mana harus tumbuh.

Saat batangnya berhenti, akarnya justru bekerja lebih dalam. Menguat tanpa terlihat, menyusun hidup dengan arah yang baru. Ia mengerti, kehilangan itu bukan akhir segalanya, melainkan cara lain untuk bertumbuh dan melanjutkan. Ia tidak banyak bicara. Dengan tindakan perlahan, tapi pasti mengalahkan segala. Pada akhirnya yang bertahan itu bukan yang membalas, melainkan tetap hidup dan menemukan cara untuk kembali bertunas.

Sebuah nasihat sederhana untuk kita. Meski kadang hidup ini terasa sia-sia, karena luka dan derita. Selalu ada cara untuk bertumbuh. Meski hidup banyak tantangan, selalu ada peluang yang Tuhan sediakan. Meski hidup terasa gagal dan stres, selalu ada proses yang membuat kita sukses. Meski hidup banyak masalah, selalu ada solusi dari setiap masalah. Meski kita tidak luput dari dosa dan salah, selalu ada Tuhan yang ikhlas mengampuni untuk yang bertobat. Kuncinya adalah berhenti menyalahkan, menyesali, ataupun meratapi, tapi bertumbuh, berproses, dan tidak banyak protes. Niscaya kita akan jadi versi terbaik dari diri kita.

Deo gratias.

Rm RP Rio, Scj