Mengalahkan Ketakutan dengan Iman

“Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang Nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem” (Luk 13: 33).

Dalam Injil, beberapa orang Farisi datang kepada Yesus dan memperingatkan, bahwa Herodes hendak membunuh-Nya. Tapi ancaman itu tidak membuat Yesus mundur atau berhenti dari perutusan-Nya. Ia tetap melanjutkan perjalanan-Nya menuju Yerusalem untuk melaksanakan kehendak Bapa.
Sikap Yesus ini menjadi cermin bagi kita. Dalam hidup, kita juga sering berhadapan dengan ketakutan, tekanan, dan ancaman dalam berbagai bentuk. Ada kalanya kita tergoda untuk menyerah, menghindar, atau kehilangan semangat, ketika situasi terasa sulit.

Yesus menunjukkan, bahwa kasih dan ketaatan kepada Bapa lebih kuat daripada rasa takut. Ia tetap teguh, karena berpegang pada tujuan-Nya, yakni menyelamatkan manusia. Sabda-Nya mengingatkan kita: “Janganlah takut terhadap mereka yang membunuh tubuh, tapi tidak berkuasa membunuh jiwa” (bdk. Mat 10: 28).

Kita dipanggil untuk tidak membiarkan ketakutan menguasai hidup kita. Dengan iman yang teguh kepada Tuhan, kita diajak untuk tetap setia menjalankan kehendak-Nya, meskipun harus menghadapi tantangan dan kesulitan.

Sudahkah saya membiarkan iman mengalahkan ketakutan dalam menjalani kehendak Tuhan setiap hari?

Sr. Marie Louise, P. Karm

Kamis, 29 Oktober 2026
Ef 6: 10-20; Mzm 144: 1-2.9-10; Luk 13: 31-35

Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com