Labor Illusion

“Kerja tangan sendiri itu lebih rasa nikmatnya lebih lama.” -Rio, Scj.

Masih ingat rasa masakan Ibu kita masing-masing? Masih kangen dan rindu masakan Ibu kita? Meski kadang sederhana dan biasa, tapi rasa tidak pernah lupa. Aromanya, rasanya, dan tase tak terlupakan. Bukan karena kita terbiasa, tapi kita melihat, merasakan perjuangan orang tua kita. Tiap hari melihat proses Ibu memasak. Bapak berjuang mengusahakan rezeki untuk keluarga. Dalam psikologi ini disebut Labor illusion.

Bandingkan saja makanan yang kita beli tanpa melihat proses, dengan makanan saat kita melihat proses masaknya. Beli online dan makan di tempat jelas beda. Makannya sama, prosesnya sama tapi kenapa rasa menjadi berbeda. Menunggu proses makanan dimasak, dengan menunggu di kamar datangnya makanan pesanan oline lebih membosankan mana? Inilah labor illusion.

Yang instan memang cepat, tapi rasa nikmat standar, mudah pudar. Yang berproses rasa nikmat dan puas bertahan lama. Hidup itu berproses jangan banyak protes. Tidak mudah memang, tapi proses itu tidak mengkhianati hasil. Jika hidup maunya yang mudah-mudah ke depan akan susah.

Biasakan diri untuk berproses, karena setiap proses menjadi tangga naik menjadi sukses. Bukan hanya soal materi tapi soal kebijaksanaan hati dan nurani.

Deo gratias.

Rm. RP Rio, Scj