Belajar Mengampuni

“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu” (Ef 4: 32).

Dalam Injil Matius 18:21-22, Petrus bertanya kepada Yesus, “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku, jika ia berbuat dosa terhadap aku?” Yesus menjawab, “Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” Melalui jawaban ini, Yesus mengajarkan, bahwa pengampunan tidak mengenal batas.

Mengampuni bukanlah hal yang mudah, terutama, ketika luka yang kita alami amat mendalam. Sering kali kita memiliki banyak alasan untuk menahan amarah dan menolak memberi maaf. Tapi Tuhan mengundang kita untuk belajar mengampuni sebagaimana Ia telah lebih dahulu mengampuni kita.
Pengampunan adalah karunia Allah yang diberikan secara cuma-cuma. Ketika kita berani mengampuni, kita tidak hanya membebaskan orang lain, tetapi juga membebaskan diri sendiri dari beban kemarahan dan kepahitan. Di dalam pengampunan, kasih Allah menjadi nyata dalam hidup kita.

Marilah kita memohon rahmat Tuhan agar mampu menerima pengampunan-Nya dan belajar mengampuni sesama dengan tulus. Dengan demikian, hati kita semakin dipenuhi damai dan kasih yang berasal dari Allah.

Sr. M. Kristiana P. Karm

Senin, 26 Oktober 2026
Ef 4: 32-5: 8; Mzm 1: 1-4.6; Luk 13: 10-17

Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

Tinggalkan Balasan