Pribadi yang Beruntung

Dalam beberapa hari terakhir ini saya terperangkap dalam kesibukan yang seolah menjerat daya pikir dan hati untuk dengan merdeka menuangkannya dalam tulisan. Jundel, Bahasa Jawanya. Tapi selalu ada kehangatan jiwa yang menyapa di kala pagi menjelang.
Terima kasih Tuhan. Engkau terus menemaniku melewati kehidupan ini. Tanpa-Mu, aku merasa takkan mampu berjalan sejauh ini. Sepelik apa pun yang aku hadapi, tetap saja aku merasa orang yang sangat beruntung. Karena Engkau selalu menopangku, sehingga kalaupun aku jatuh, tidak sampai aku terjerembab. Aku makin merasa beruntung, karena temanku setia menyapa. Terima kasih Tuhan
Sejatinya Tuhan mendengar lebih dari yang mampu kita ucapkan. Dia menjawab lebih dari apa yang kita pinta. Dia memberi lebih dari yang dapat kita bayangkan. Karena Tuhan menjawab dengan waktu dan cara-Nya sendiri
Berkah Dalem,
Jlitheng
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.