Ketika Lilin-lilin Dinyalakan

Mosaik Serpihan Kelana -78
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores


1.
Ketika lilin-lilin dinyalakan
Sosok yang ada dalam kubur itu sunyi senyap
hanya nama dan bau nisan yang menyaksikan
Di keliling jenazah yang terbujur diam kaku
pasti tak mampu mengucap sepatah kata pada cahaya
Tubuh yang telah berhenti nafas juga tak mendengar isak tangisan dan tak melihat aliran air mata
Entah apa yang mau dikatakan dengan nyala lilin itu
Apakah ucapan duka dan salam pisah
Apakah doa tulus dan tanda rasa belasungkawa para pelayat
Apakah itu ekspresi tulus kehilangan dari mereka yang mengasihi
Ataukah pengakuan jujur pribadi yang hidup
Bahwa hari ini engkau pergi
besok kami pasti menyusul
Bahwa kematian itu pasti bagi semua yang terlahir
hanya berbeda waktu dan caranya untuk setiap orang

2.

Ketika lilin-lilin dinyalakan
Ada aneka warna, bentuk dan ukurannya
Terjadi di ruang keluarga atau tempat yang istimewa
disertai hidangan kue dan aneka santapan
demi merayakan saat bahagia dalam jejak langkah hidup
dengan senyum tawa dan nyanyian sukacita
Tak tahu sejak kapan tradisi ini ada dan dari mana asalnya
Ada lagi lilin-lilin dinyalakan dalam ritual sakral
juga ada sesajian dan hiasan bunga serta wewangian
Hanya mereka yang menyalakan lilin
yang tahu pasti maknanya
mengapa lilin dinyalakan dan terbakar meleleh
Entah siang hari atau malam gulita
entah dalam ruangan ibadat atau di tempat ritual terbuka

3.

Ketika lilin-lilin dinyalakan
Ternyata karena ruangan gelap disebabkan listrik padam
mata tak mampu melihat dalam kegelapan
apalagi saat hujan dan malam hari
di pondok sederhana jauh dari keramaian kota
Teringat dahulu terpaksa menyalakan lilin untuk bisa belajar
karena lampu sumbu kehabisan minyak tanah
karena kampung udik belum ada listrik dan lampu gas
Sedangkan di pojok pasar atau dapur rumah bambu
ada yang nyalakan lilin untuk membantu pekerjaan membungkus barang di plastik
Cahaya lilin telah merekam kisah suka duka kehidupan
Terang lilin mencatat banyak cerita ziarah peradaban

4.

Ketika lilin-lilin dinyalakan
Ada api yang membakar benang dan hangus
demi memberikan cahaya terang menghalau kegelapan
demi melukis rasa dan memotret pikiran
Ada bagian lilin yang perlahan mencair dan berkurang
demi merajut sosok makna hati nurani
demi menyulam wajah sanubari jiwa
Apa yang mau dikatakan oleh diri yang menyalakan
Mengapa berani mau menyalakan lilin-lilin itu
Siapakah pribadi yang membakar dan menyalakan lilin-lilin itu
Mungkin hanya bara api dan sinar cahaya lilin
yang tahu pasti arti maknanya
Ataukah hanya karena kebiasaan
maka lilin-lilin itu dinyalakan