Hidup yang Diubah oleh Kasih

“Rahmat Allah diberikan dengan cuma-cuma agar rahmat itu mengubah hidup kita.”

Allah yang Maha Rahim,
sebelum dunia dijadikan, Engkau telah mengasihi dan memilih kami dalam Kristus untuk menjadi anak-anak-Mu. Melalui Putra-Mu terkasih, Engkau melimpahkan rahmat pengampunan kepada kami dan menyatakan rencana kasih-Mu untuk mempersatukan segala sesuatu dalam Kristus. Betapa besar berkat-Mu, tapi betapa sering kami kurang membiarkan kasih-Mu mengubah hati kami!

Dalam Injil, Yesus mengecam para ahli Taurat dan orang-orang yang memahami hukum agama, bukan karena mereka tidak memiliki pengetahuan, melainkan karena mereka gagal menghidupi kebenaran yang mereka ketahui. Mereka menghormati para Nabi zaman dahulu, tapi mengulangi dosa orang-orang yang menganiaya para Nabi itu. Bahkan, mereka telah mengambil kunci pengetahuan: mereka sendiri tidak masuk ke dalam kebenaran-Mu dan menghalangi orang lain yang ingin mengenal-Mu.

Bapa, betapa mudahnya kami jatuh dalam kemunafikan yang sama. Kami melihat kesalahan orang lain, tapi mengabaikan dosa sendiri. Kami berbicara tentang kasih, tapi perkataan dan sikap kami justru menghakimi dan melukai sesama. Kami mengecam kegelapan dunia, tapi enggan melihat bayang-bayang dosa di dalam hati sendiri.

Ampunilah kami, ya, Bapa. Jangan biarkan pengetahuan kami tentang Sabda-Mu menjadi alasan untuk menyombongkan diri. Jadikanlah pengetahuan itu jalan agar orang lain dapat mengalami kasih dan kerahiman-Mu. Berilah kami keberanian untuk mengakui dosa, bertobat dengan tulus, dan membiarkan rahmat-Mu mengubah hati kami.

Pada peringatan Santa Teresa dari Yesus, ajarlah kami untuk sungguh percaya kepada-Mu dan setia melayani-Mu. Semoga, seperti dia, kami menghasilkan buah yang bertahan bagi Gereja-Mu, bukan hanya melalui apa yang kami ketahui atau ucapkan, melainkan melalui hidup yang diubah oleh kasih.

Yesus, Engkaulah andalanku. Semoga hidup kami mewartakan karya agung kasih-Mu, sehingga semakin banyak orang menemukan jalan untuk datang kepada-Mu. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)