Diutus Berbekal Kuasa Allah

“Apa yang kita bawa-bawa, padahal Yesus tidak pernah memintanya?”
Allah yang Maha Rahim,
Putra-Mu mengutus para murid untuk mewartakan, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat, menyembuhkan yang sakit, dan membebaskan hati yang terluka. Yesus justru meminta mereka pergi tanpa membawa banyak bekal. Tanpa persediaan, uang, dan tanpa rasa aman selain percaya kepada-Mu.
Sabda-Mu dapat dipercaya. Yesus mengajar kami untuk pergi tanpa risau dengan yang dibawa, karena mengandalkan penyelenggaraan Ilahi-Mu.
Bapa, sering kali kami justru membawa terlalu banyak beban: kekhawatiran, keinginan untuk mengendalikan segala sesuatu, kebutuhan untuk diakui dan dihargai, luka lama, kekecewaan, dan rasa takut ditolak. Semua itu dapat membuat hati kami berat untuk mengasihi dan melayani dengan sukacita.
Melalui teladan St. Pio, ajarlah kami untuk semakin percaya kepada-Mu. Lepaskan dari hati kami segala sesuatu yang menghalangi kami untuk menjadi pembawa kasih, kerahiman, penyembuhan, dan Injil-Mu. Bila kami ditolak, ajarlah kami melepaskan kepahitan. Bila kami merasa lemah, ingatkan kami, bahwa rahmat-Mu cukup bagi kami.
Bapa yang Maha Rahim, jadikan kami murid-Mu yang sederhana dan bebas, yang membawa Yesus ke mana pun pergi. Semoga setiap kasih yang kami berikan, doa yang kami panjatkan, dan setiap pengampunan yang kami berikan itu membawa seseorang semakin dekat kepada-Mu.
Ajarlah kami berjalan tanpa banyak bekal, percaya penuh pada-Mu, dan membawa Yesus ke mana pun kami pergi.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.