Bertolak ke Kedalaman Spiritual

Seorang mahasiswa sangat sibuk mempersiapkan diri untuk sidang skripsi beberapa hari lagi. Dia sibuk meminjam jas, kemeja putih, dasi, celana hitam, sepatu pantofel, dan sebagainya. Pada saat hari H-nya, ketika sidang skripsi berlangsung, dia tidak bisa menjawab banyak pertanyaan dari para dosen penguji. Bahkan pertanyaan mendasar tidak dapat dijawabnya dengan baik. Ternyata dia sibuk mempersiapkan hal-hal luaran: penampilan dan hal administratif lainnya, tapi lupa mempersiapkan diri untuk ujian itu sendiri.

Contoh ini menunjukkan kepada kita, banyak orang yang fokus memerhatikan tampilan luar sampai lupa bagian dalamnya. Orang tidak bisa sampai pada inti, esensi atau hal terpenting, karena terlalu lelah berputar-putar di pinggiran; tak pernah berhasil menyelam ke kedalaman, karena sudah lelah mengambang di permukaan.

Dalam Injil ditekankan pentingnya aspek kedalaman. Yesus diundang makan oleh salah seorang Farisi. Dalam kesempatan itu, Yesus memperingatkan orang-orang yang telah mengundangnya, bahwa mereka harus selalu menengok ke dalam diri sendiri, “… kalian membersihkan bagian luar, tapi bagian dalam dirimu penuh rampasan dan kejahatan!”

Yesus tahu, bahwa mereka menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan pikiran untuk menjadi bersih secara lahiriah itu baik, tapi yang lebih penting adalah hati (dimensi batiniah) kita bersih. Di zaman sekarang, peringatan Yesus ini masih relevan, yakni untuk selalu melihat ke dalam diri masing-masing. Sebab banyak orang yang semakin tidak mampu untuk berintrospeksi dan merasa segalanya sudah baik-baik saja.

“Tuhan, semoga kami lebih fokus memperelok kedalaman spiritual kami daripada hanya terus sibuk memperindah tampilan artifisial. Kami percaya, Engkau adalah Allah yang melihat hati. Maka, jadikanlah pula hati kami seperti hati-Mu. Amin.”

Ziarah Batin