Kasih yang Memulihkan

Sebab itu Aku berkata kepadamu: “Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih” (Luk 7: 47).
Dalam Injil, kita melihat, bahwa Yesus tidak memandang perempuan berdosa dari masa lalunya, melainkan dari hatinya yang mau bertobat. Sebaliknya, orang-orang Farisi justru sibuk menghakimi. Padahal, perempuan itu datang kepada Yesus dengan air mata dan kasih yang tulus. Ia menyadari, bahwa dirinya membutuhkan pengampunan Tuhan.
Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa sadar kita kerap bersikap seperti orang Farisi, menilai orang lain berdasarkan kesalahan dan masa lalunya. Firman Tuhan mengingatkan kita, bahwa setiap orang sedang berjuang dengan luka dan kelemahannya masing-masing. Tuhan tidak menghendaki kita menjadi pribadi yang mudah menghakimi, tapi pribadi yang menghadirkan belas kasih bagi sesama.
Santo Paulus mengakui, bahwa hidupnya berubah bukan karena kekuatannya sendiri, melainkan karena rahmat Allah. Demikian pula dengan hidup kita. Tuhan tidak mencari manusia yang sempurna, tapi hati yang mau kembali kepada-Nya dan membuka diri terhadap kasih-Nya.
Tuhan Yesus, ajarlah aku memiliki hati yang penuh belas kasih. Ampunilah dosa-dosaku dan ubahlah hidupku dengan kasih-Mu, agar aku pun mampu mengasihi dan menerima sesamaku. Amin.
Fr. Faustinus, CSE
Kamis, 17 September 2026
1 Kor 15: 1-11 Mzm 118: 1-2.16-17.28 Luk 7: 36-50
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.