Iri Hatikah Kau, karena Aku Murah Hati?

“Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya” (Mzm 145: 8).
Sakramen Baptis memberikan rahmat pengampunan dosa dan menjadikan kita anak-anak Allah. Mereka yang meninggal setelah menerima pembaptisan tidak memiliki halangan untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah (KGK 1263). Adilkah, jika orang yang selama hidupnya melakukan banyak dosa dan menerima pembaptisan sesaat sebelum ajal memperoleh ganjaran hidup kekal sama seperti mereka yang telah menjadi orang Kristen yang baik selama bertahun-tahun?
Protes yang serupa juga dilontarkan oleh orang-orang upahan di kebun anggur dalam perumpamaan Mat 20: 116a. Secara tidak sadar, sering kali kita jatuh dalam dosa iri hati dengan menggunakan dalih keadilan. Tuan tanah tersebut bersikap adil dengan memberikan upah yang menjadi hak para pekerja yang telah bekerja sejak pagi. Akan tetapi, Tuan tanah itu juga bersikap murah hati kepada para pekerja yang membutuhkan. Kemurahan hati tidak bertentangan, tapi melampaui keadilan. Demikian pula keselamatan pertama-tama adalah rahmat Tuhan. Rahmat ini diberikan bukan karena perbuatan atau jasa kita, melainkan karena belas kasih Tuhan kepada manusia yang berdosa.
Mari kita belajar untuk senantiasa bersyukur atas rahmat dan kemurahan Tuhan bagi kita dan sesama.
Sr. M. Serafine, P. Karm
Minggu, 20 September 2026
Yes 55: 6-9 Mzm 145: 2-3.8-9.17-18 Flp 1: 20-24.27 Mat 20: 1-16
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.