Berbahagialah Hati yang Memberi Ruang Utama bagi Allah

“Sabda Bahagia terutama bukan tentang hidup miskin. Ini soal membuat ruang bagi Allah, lalu membiarkan kepenuhan Allah mengalir kepada mereka yang terlupakan.”
Allah yang Maha Rahim,
Yesus memandang para murid-Nya dan mengatakan sesuatu yang tidak mudah dipahami oleh dunia:
“Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.”
Tuhan, Engkau tidak sedang mengagungkan kemiskinan, kelaparan, kesedihan, atau penderitaan. Engkau sedang menunjukkan sesuatu yang jauh lebih dalam: “Berbahagialah hati yang telah memberi ruang bagi-Mu.”
Sering kali aku berusaha memenuhi ruang itu dengan berbagai hal:
lebih banyak kenyamanan, harta, pengakuan, banyak kendali, dan banyak penerimaan dari orang lain. Tapi anehnya, semakin banyak yang kumiliki, kian merasa kosong hati ini.
Putra-Mu mengundang kami kepada kebahagiaan yang berbeda. Bukan kebahagiaan karena memiliki segala yang kami inginkan, melainkan kebebasan karena mengetahui, bahwa memiliki Engkau sudah cukup.
St. Paulus mengingatkan kami, bahwa “dunia seperti yang kita kenal sekarang ini akan berlalu.” Yang dimiliki akan berlalu, yang orang pikirkan tentang diriku akan berlalu. Bahkan kesulitan yang aku hadapi hari ini pun akan berlalu.
Tapi kasih Ilahi tetap tinggal.
St. Petrus Claver memahami hal ini. Ia memberikan hidupnya kepada orang-orang yang dianggap tidak berarti, merepotkan, bahkan tidak diperlakukan sebagai manusia. Di pelabuhan Cartagena, ia naik ke kapal-kapal budak untuk menemui orang-orang Afrika yang ditawan dalam penderitaan mereka. Ia membawa makanan, obat-obatan, dan Sakramen kepada mereka.
Ia melihat apa yang gagal dilihat dunia: seorang manusia yang diciptakan menurut gambar Allah, yang layak menerima martabat, kasih, dan belas kasih.
Bapa, mungkin di sinilah “Sabda Bahagia-Mu” menjadi nyata dalam hidupku. Ketika aku tidak lagi terlalu sibuk dengan kenyamananku sendiri, aku mulai melihat seseorang yang terlupakan. Aku tidak lagi mencari pengakuan dari semua orang, dan menjadi lebih bebas untuk melakukan apa yang dituntut oleh kasih.
Tuhan, kosongkanlah hatiku dari segala sesuatu yang membuat-Mu tidak mendapat tempat utama.
Berikan aku keinginan untuk memberi ruang bagi-Mu, rasa lapar akan Sabda-Mu, dan hati yang peka terhadap mereka yang terlupakan.
Berikan kami keinginan untuk memberi ruang bagi-Mu dalam hati kami, rumah, waktu, dan seluruh hidup kami, agar kasih-Mu mendapat ruang untuk menjangkau seseorang melalui kami.
Yesus, ajarlah kami bukan sekadar mencari kebahagiaan, tapi memberi ruang bagi-Mu, harta kami yang terbesar.
Bila Engkau memenuhi aku dengan kasih-Mu, biarlah kepenuhan itu mengalir kepada seseorang yang hari ini membutuhkan untuk dilihat, didengarkan, diterima, atau dikasihi.
Yesus, Engkaulah Andalanku. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.