Pembaruan Hidup dalam Kristus

“Tapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula” (Luk 5: 38).
Tuhan Yesus menegur kecenderungan manusia yang ingin mempertahankan hidup lama, sambil hanya menambahkan sedikit hal baru; ingin mengikuti Kristus tanpa sungguh hati untuk berubah. Kehidupan lama yang penuh kebiasaan buruk, dosa, dan pola pikir duniawi itu hanya ‘ditambal’ dengan kegiatan rohani, tapi hati belum sepenuhnya diperbarui. Akibatnya, bukan damai yang diperoleh, melainkan kegelisahan dan keretakan batin.
Melalui Injil, Yesus mengajak kita mengalami pembaruan yang sejati: hati yang baru, pikiran, dan tindakan yang baru. Mengikuti Yesus berarti berani meninggalkan zona nyaman, meninggalkan dosa, dan melepaskan pola hidup lama yang menjauhkan kita dari Tuhan.
Tuhan tidak menghendaki kesalehan yang setengah hati. Ia menginginkan hati yang terbuka dan siap dibentuk kembali oleh kasih-Nya. Ketika kita memberi ruang bagi karya Roh Kudus, hidup kita perlahan diubah menjadi ‘pakaian baru’ yang layak menampung rahmat Tuhan.
Marilah kita menyerahkan kehidupan ‘lama’ dalam hidup kita yang menghalangi berkat Tuhan bekerja secara penuh dan biarkan Roh Kudus memperbarui hidup kita.
Fr. Damian Maria, CSE
Jumat, 04 September 2026
1 Kor 4: 1-5 Mzm 37: 3-6.27-28.39-40 Luk 5: 33-39
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.