Kabar Baik Bagi Orang Miskin

Orang miskin di dalam Kitab Suci mempunyai makna luas dan bukan dalam arti sempit, yaitu orang yang tidak mempunyai apa-apa. Misalnya kebutuhan pokok untuk hidup sehari-hari sangat kurang. Ada tiga kategori untuk orang miskin menurut Kitab Suci, yaitu para janda, para yatim piatu, dan orang-orang asing.

Seorang anak desa kelas 5 SD, ketika mendengar ciri orang miskin, ia dengan berani menanggapinya, bahwa keluarganya tidak miskin. Tidak ada janda, yatim piatu, dan orang asing di dalam keluarga inti dan keluarga besarnya. Ia menganggap keluarganya bukan keluarga miskin.

Kita juga tahu, bahwa kemiskinan di dalam dunia ini adalah suatu kenyataan yang kompleks, yang meliputi jasmani, rohani, sosial, dan politik. Yesus Kristus membawa misi dari Bapa untuk membebaskan setiap manusia yang berada dalam kemiskinan seperti ini. Ketika Ia berkotbah di dalam sinagoga di tempat asal-Nya, Ia berkata, bahwa misi-Nya terlaksana pada saat firman itu disampaikan. Para pendengar-Nya saat itu adalah orang-orang kaya dan berkuasa, karena mereka mempunyai akses ke rumah ibadat. Mereka pasti tersinggung. Jika ada orang miskin di situ, mereka pasti terhibur.

Mereka yang miskin dan yang terbuka hatinya kepada Tuhan, Sabda-Nya itu jadi oase bagi kekeringan jiwa akan belas kasih dan berkat Tuhan. Mereka melihat dan mendengarkan Yesus sebagai saat pembebasan. Yesus sangat lantang dan langsung menempatkan diri-Nya di pihak mereka. Mereka menyadari sebagai orang miskin, dan melalui pengalaman dengan Yesus, mereka mendapatkan pengharapan, bukan hanya untuk suatu pembebasan di dunia ini, melainkan terutama suatu jaminan keselamatan hidup setelah kematian.

Sedangkan bagi mereka yang berkuasa, kaya, dan pandai, firman Allah itu bagaikan pukulan yang memalukan dan mengancam hidup mereka yang nyaman. Mereka menolak dan berencana untuk menghancurkan Yesus. Biasanya reaksi akan suatu tindakan baik, benar dan adil seperti ini bukan sekadar dilatari oleh paham dan keyakinan yang berbeda, tapi terutama karena dosa dan kejahatan mereka diketahui. Mereka kedapatan berdosa di hadapan Tuhan.

Kita memiliki aneka kekurangan yang membuat kita miskin, dan pasti kita membutuhkan warta pembebasan dari Yesus. Prinsipnya, kita tidak boleh menolak Dia, apalagi mempunyai rencana jahat terhadap-Nya. Kita mesti menerima Dia dengan penuh sukacita. Kiranya setiap kali mendengarkan firman Tuhan, katakan pada diri sendiri, bahwa: pada hari ini genaplah sabda Kitab Suci pada saat saya mendengarkannya. Itu adalah sabda pembebasan bagi Anda.

“Ya, Tuhan Yesus Kristus, semoga melalui firman-Mu, kami semakin mencintai firman yang disampaikan kepada kami, yang memberikan kami sukacita pembebasan dan keselamatan. Amin.”

(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)