Kekuatan Kepasrahan

“Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur” (Mat 8: 24).

Sebagai manusia, menghindari badai kehidupan itu merupakan sesuatu yang berada di luar kemampuan kita. Berbagai persoalan datang tanpa tanda-tanda, sehingga tidak dapat kita deteksi sebelumnya, dan sering kali kita merasa tidak siap untuk menghadapinya.

Angin ribut yang mengamuk di danau menyebabkan perahu yang dinaiki Yesus dan para murid dihantam dan ditimbus gelombang. Ketakutan para murid mengaburkan iman dan melumpuhkan keyakinan mereka, bahwa Yesus hadir dan berkuasa untuk menyelamatkan serta menenangkan keadaan. Tapi hal yang menarik adalah kenyataan, bahwa ‘Yesus tidur’.

Tidurnya Yesus melambangkan jiwa yang pasrah, tapi mampu menciptakan ketenangan dan kedamaian batin. Ketenangan dan kedamaian itu membangkitkan kekuatan, sekalipun berada dalam pergumulan yang berat. Yesus mengetahui, bahwa badai sedang mengamuk, tapi Ia tetap tidur dengan tenang, karena Ia hendak melatih iman para murid agar tetap percaya kepada penyelenggaran kasih-Nya.

Tuhan Yesus, saat badai kehidupan kami bergelora, bantulah kami untuk tetap tenang dan berserah di dalam Engkau. Amin.

Sr. Mary Tracy, P. Karm

Selasa, 30 Juni 2026
Am 3: 1-8.4: 11-12 Mzm 5: 5-8 Mat 8: 23-27

Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com