Di Atas Altar Kasih Cinta
Mosaik Serpihan Kelana -24
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores

Di atas altar ini
Sudah ribuan orang berani melakukan
Datang membawa darah daging dan tulangnya
dipersembahkan dengan senyum dan air mata
Karena sadari dirinya miskin tak berdaya
Karena pahami pribadinya papa berkekurangan
Mereka percaya inilah altar untuk Sang Maha Cinta Ilahi
Yang telah memberi bumi tanpa meminta
Yang sudah membagi mentari tiada henti
Yang empunya fakta dan misteri
Di atas altar ini
telah puluhan ribu pribadi bersujud
datang berdoa dan bersujud pasrah
Serahkan hati nurani teguh setia
Korbankan jiwa sanubari yakin teguh
Menyerahkan seluruh hidup untuk jalani iman berziarah sunyi melintasi batas nalar
Karena percaya ini keputusan kasih setia suci
Karena yakin pasti pilihan yang menyelamatkan
Inilah altar untuk Sang Maha Cinta abadi
Di atas altar ini
sudah jutaan manusia turun temurun
Datang daraskan mantra kelana kehidupan
dalam aneka sesaji suka duka
dan korban persembahan rindu damba kehidupan
Ada tanya yang sering tak berani disampaikan
Ada pujian syukur jika permohonan dikabulkan
Tetapi…
paling banyak lara derita dan permintaan dipaksakan
Entah sangat yakin dan percaya
Entah galau dan ketakutan ajaib
Di atas altar ini
ratusan juta bahkan miliaran insan
Terkapar tradisi kata kisah cerita
tentang asal dan tujuan kehidupan
tentang bagaimana mesti merajut langkah ziarah
tentang siapakah diri dan sesama saudara
tentang apa dan siapa jagat raya semesta
tentang jawaban dari semua tanya
tentang mengapa kasih cinta dan kenapa suka duka
Bahkan tentang apa dan siapa Sang Ilahi
Di atas altar ini
semua orang membawa raga yang fana
semua insan pasrahkan jiwa yang merana
Ada ketakutan yang diwariskan adat budaya
Ada kegentaran dan pesona yang diajarkan agama
Ada kesahajaan yang lakukan apa adanya
Ada kebanggaan yang agungkan nalarnya
Ada pemberontakan pedih lara nestapa
Ada kehampaan galau membelenggu
Bahkan ada anomali dan paradoks fakta
antara kata dan tindakan nyata
Untuk apa dan siapa kasih cinta
kepada sesama saudara dan Sang Maha Tanya
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.