Serpihan Jejak Musyafir – 223
Parade Fakta Kata dan Utopi

Simply da Flores

1.
Rindu Damba Keadilan Hukum

Keadilan…
Sering disebut sebagai kata
Selalu didamba dan didoakan
oleh orang kecil rakyat sahaja
Bahkan ditulis sebagai amanat
oleh para bijak pandai dan penguasa

Namun…
selalu disingkirkan najis dihindari
biasa diinjak jadi sampah
Terus disiksa, disayat belati dan dimutilasi
lalu terkapar di jalanan dan comberan

Padahal…
“Keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”
Tulisan siapakah itu?
Di kertas resmi lembar pengadilan
Fakta, Tanya dan Utopi
terjadi di negeri tercinta ini

2.
Kebenaran Faktual

Mata melihat kejadian
Telinga mendengar suara
Jiwa raga alami faktanya
Tetapi
Belum tentu sebagai fakta kebenaran

Ada yang melihat di sosmed
Ada yang menonton cerita orang lain
Lalu diklaim kebenaran faktual
karena sekarang zaman digital

Kebenaran faktual itu
milik debu tanah dan angin
disaksikan alamat angkasa raya
Hukum alam tak bisa dibohongi
oleh rekayasa dan manipulasi kata

3.
Salus Populi Suprema Lex

Suara rakyat adalah suara Allah
Itu rindu damba sanubari insani
Hiburan dan mimpi dalam siksa sejarah
Samudra nafsu kekuasaan dan harta
menerjang pasir pantai siang malam

Butir pasir di pantai dan laut
telah berdamai dengan diri sendiri
mengikuti hukum alam raya
Pasir tak pernah menjadi ombak laut
dan menjelma menjadi garam
untuk asinkan samudra raya
Fakta alam dan realitas insani

4.
Menurut Hati Nurani

Semua fakta dibeberkan di persidangan
Segala bukti ditampilkan advokat
Seluruh argumentasi dipaparkan runtut
Para saksi pun dihadirkan berbicara
dalam proses pengadilan di persidangan

Namun,
sesuai aturan hukum yang berlaku
Akhirnya kembali kepada para hakim
yang membuat keputusan terakhir
“Sesuai dengan hati nurani hakim”
Bukan…
“Keadilan yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”
Keadilan hukum di negeri ini
Apakah bisa diharapkan menjadi fakta atau utopi

5.
Perlukah Etika

Etika itu filsafat moral
Filsafat ada di ruang kuliah
Moral ada di tempat adat dan agama
Tetapi
bukan di tempat publik mencari nafkah
apalagi
di ruang perebutan tahta dan harta
demi memuaskan selera dan rasa

Di pasaran dan sosial media
semua orang mengejar hasrat
Bisa menjadi kreator dan penjual
Bisa menjadi konsumen dan obyek
Etika mungkin hanya iklan
atau nasibnya hanya kantong plastik
Apalagi
jika dipaksa dalam politik dan hukum
Mungkin seperti air dicampur minyak
Inikah fakta milenial dan utopi ?

6.
Adakah Hak Asasi

Debu-debu ramai beterbangan
dihempas roda-roda dinamika Zaman
di tengah ladang kering gersang
karena musim tak menentu

Polusi terus terjadi dan mengancam
menikam desah nafas insani
menikam ziarah telapak nasib

Dan
hak asasi manusia terus dikampanyekan
Justru oleh para pembunuh dan perusak lingkungan
Sedangkan
para korban lara menderita tak berdaya
Inikah fakta dan utopi