Undangan ke Pesta Perjamuan Tuhan

Di kalangan petugas liturgi, dikenal istilah jenaka: “Laskar Kristus Divisi Intel” – umat yang hanya tampak saat Natal dan Paskah. Mereka seperti agen rahasia yang muncul dua kali setahun, lalu menghilang lagi. Fenomena ini mencerminkan tantangan nyata Gereja: Banyak umat yang merasa cukup ‘menyapa’ Tuhan setahun dua kali, tanpa komitmen hidup beriman yang nyata setiap hari.

Yesus berbicara tentang undangan ke pesta perjamuan. Banyak umat yang menolak untuk datang, sementara yang lain diundang dari jalanan. Tapi masih ada yang diusir, karena tidak mengenakan pakaian pesta. Ini bukan soal baju, melainkan kesiapan batin, komitmen hidup, dan tanggapan yang sungguh pada rahmat Allah.

Santo Bernardus Abas adalah contoh orang yang tidak sekadar hadir, tapi hidup total untuk Allah. Ia meninggalkan kenyamanan dunia demi hidup doa dan pelayanan. Ia menulis, “Cinta tidak mengukur, cinta tidak menimbang, cinta hanya memberi.” Hidupnya adalah pakaian pesta: kesetiaan, ketulusan, dan cinta kepada Kristus.

Kita jangan hanya hadir di Gereja saat ‘hari besar’, tapi menghidupi iman setiap hari, mengenakan pakaian pesta dalam bentuk pertobatan, kesetiaan, dan kasih yang nyata. Jangan sampai kita sekadar jadi tamu yang datang, tapi tidak siap.

Tuhan, jadikan hati kami tempat tinggal-Mu, bukan hanya sesekali. Semoga kami hidup setia seperti Santo Bernardus, demi kemuliaan-Mu. Amin.

Ziarah Batin

(adiutami.com / ziarahbatinkatolik.blogspot.com / Buku Ziarah Batin)