Secercah Sajak Semesta – 31
Literasiku Menyambut Tri Hari Suci

Simply da Flores

Ketika sanubariku berdialog dengan gulita
Kulihat misteri manusia menyentuh bayangan Sang Maha Misteri
Aku hanya memeluk debu yang terjatuh dari bayangan alas kaki Ilahi

Dalam kepapaan doaku
dengan iman kerdil lusuh dan kotor
Banyak yang tak mampu kukatakan
Tanpa suara Tanpa jarak
Tanpa kata
Penuh misteri bagi nalar

Rangkaian diam doaku
adalah pelukan intim desah ombak gelombang dari samudera

Kalimat dan syair doaku
adalah kerlip senyum sebatang lilin di dalam rahim gulita

Rindu damba doaku
adalah setetes asah air mataku dalam hamparan asin samudera luas

Untaian keluh kesah doaku
hanya sehelai uap dalam tebaran maha luas angkasa

Harapan dan pasrah doaku
hanya serpihan bara api sanubari
dalam jutaan cahaya Sang Maha Surya

Syair doa jiwa ragaku
hanya secercah debu kata
dalam ketakterbatasan Sang Maha Sabda

Dalam kembara damba doaku
ku ingat kalimat Sabda Kasih-Nya
“PikiranKu, bukanlah pikiranmu
Rencana dan kehendakKu
bukanlah rencana dan kehendakmu
Akulah Alfa dan Omega”