Pengalaman Rohani yang Indah

Kekaguman atas keindahan atau kenyamanan sering membuat orang enggan berpaling atau sulit ‘move on’. Di Gunung Tabor, Petrus, Yakobus, dan Yohanes kagum melihat Yesus berubah rupa. Yesus yang selama ini mereka kenal sebagai Guru dan teman itu tiba-tiba wajah-Nya bercahaya, jubah-Nya putih berkilauan, serta bisa berbincang dengan Musa dan Elia. Menyaksikan kemuliaan Yesus secara langsung kian membuat mereka bertiga tidak mau ‘move on’. Mereka ingin berlama-lama di atas gunung itu.
Yesus mengajak mereka turun dari gunung. Kembali ke kehidupan nyata, di mana ada orang sakit, berdosa, orang miskin, dan banyak tantangan. Pengalaman di Gunung Tabor itu kiranya cukup jadi bekal rohani. Sebuah pengingat, bahwa Yesus sungguh Putra Allah yang mulia. Di balik kerapuhan dunia ini, ada harapan dan kemuliaan sejati yang menanti.
Orang beriman itu memiliki pengalaman-pengalaman rohani yang indah. Semua itu bagus, tapi ada yang lebih penting. Kita harus turun gunung untuk kembali ke keluarga, pekerjaan, lingkungan, sesama, dan masyarakat kita. Pengalaman akan kasih dan kemuliaan Tuhan itu menguatkan kita untuk menghadapi tantangan hidup, untuk tetap beriman di tengah kesulitan, dan untuk terus berbuat baik, meskipun tidak selalu mudah.
“Ya, Bapa yang Maha Mulia, terima kasih atas anugerah iman yang boleh kami alami dalam hidup kami. Kuatkanlah kami untuk selalu membawa terang kemuliaan-Mu ke dalam dunia yang kami pijak. Biarkanlah hidup kami jadi saksi kasih-Mu bagi sesama, kini dan selamanya. Amin.”
Ziarah Batin
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.