Ketika Buta Hati Dituntun oleh Buta Mata

“Bila orang buta menuntun orang buta, lalu jatuh ke dalam lubang itu pasti orang memaklumi. Bila kita yang bisa melihat, tapi buta hati nurani dan lumpuh pikiran, maka keberhasilan apa pun yang kita raih, bukan mendatangkan pujian, tapi hujatan dan cibiran.”
Zaman ini, ketika orang berlomba-lomba meraih sukses, kedudukan, dan harta benda, maka semangat hidup St. Yohanes Maria Vianney, Pelindung para Imam, terutama Imam Diosesan dan para Pastor diperingati pestanya itu jadi cermin untuk melihat diri. Santo ini sangat luar biasa dalam kesucian dan kesederhanaannya. Misalnya ia bisa duduk di kamar pengakuan 18 – 20 jam per hari. Makanannya dan tempat tidurnya sangat sederhana. Tapi dari kesederhanaan inilah kesucian hati dan jiwanya bersinar menembus jiwa para pendosa yang buta hati nuraninya.
Kita diingatkan, bahwa:
- 1) Setiap derita dan kekurangan yang dimiliki itu tidak semuanya buruk, karena kadang Tuhan menggunakannya untuk mendidik, menegur dan mengingatkan kita;
- 2) Betapa mengerikan, bila kita yang memiliki mata mengalami buta hati dan lumpuh pikiran, karena akan merugikan banyak orang;
- 3) Bila ada amarah, iri, dan dengki di hatimu ini, maka sesungguhnya engkau sedang terinfeksi penyakit buta hati dan lumpuh pikiran.
Segeralah pergi kepada Yesus agar Anda disembuhkan oleh pengampunan-Nya.
Monsignor Inno Ngutra, Pr
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.