Berjalan dalam Iman

“Badai kehidupan bukan tanda, bahwa Tuhan meninggalkan kita. Melainkan di tengah gelombang itu kita belajar melihat tangan-Nya yang selalu siap menopang.”

Allah Yang Maha Rahim, Putra-Mu datang menghampiri para murid yang sedang diterpa ombak. Ia tidak menunggu badai itu reda, tapi datang justru, ketika angin bertiup kencang. Saat para murid merasa sendirian, Yesus ternyata sedang berdoa bagi mereka dan berjalan mendekati mereka.

Sering kali hidupku juga seperti perahu kecil itu. Kekhawatiran, kegagalan, godaan, dan ketidakpastian membuatku kehilangan damai. Aku ingin badai segera berlalu, padahal Engkau mengajarkanku, bahwa iman bukanlah menunggu hidup jadi mudah. Iman adalah mendengar suara-Mu di tengah badai: “Tenanglah! Aku ini. Jangan takut!”

Seperti Petrus, Engkau mengundangku melangkah ke luar dari zona nyaman. Selama pandangannya tertuju kepada Yesus, ia sanggup berjalan di atas air. Ketika ia lebih memperhatikan ombak daripada Tuhan, ia mulai tenggelam. Tapi bahkan saat itu pun, tangan Yesus segera meraihnya.

Bapa, jauhkanlah aku dari kenyamanan palsu yang membuatku merasa tidak perlu bertobat. Melalui Nabi Yeremia, Engkau mengingatkanku, bahwa harapan sejati selalu berjalan bersama pertobatan. Berilah aku hati yang rendah untuk menerima kebenaran-Mu, sekalipun menegurku, karena kasih-Mu selalu membawa pembaruan dan kebebasan.

Semoga kehadiranku membawa damai, penghiburan, dan harapan. Biarlah perkataanku menyembuhkan, tindakanku mempersatukan, dan hidupku memancarkan belas kasih Kristus. Semoga orang yang berjumpa denganku semakin merasakan kasih-Mu.

Aku memilih melangkah dalam iman, sebab tangan-Mu selalu lebih kuat daripada badai apa pun.
Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)