Kerahiman Ilahi Melihat Pribadi

Kasih itu bukan sekadar bertanya, “Apa yang diperbolehkan?” Melainkan, “Apa yang dapat kulakukan untuk membawa kehidupan?”

Allah yang Maha Rahim,
Putra-Mu, Yesus di rumah ibadat. Di sana ada seorang yang tangannya mati sebelah. Para ahli Taurat dan orang Farisi melihatnya juga, tapi mereka melihatnya dengan cara yang berbeda.

Mereka melihat sebuah persoalan.
Mereka melihat kesempatan untuk menuduh Yesus. Tapi Yesus melihat seorang manusia yang membutuhkan belas kasih.

“Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat: berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa atau membinasakannya?” tanya Yesus. Ia lalu menyembuhkan orang itu.

Bapa, ajarlah kami melihat seperti Yesus melihat. Jangan biarkan aku begitu sibuk dengan aturan, pendapat, kenyamanan, atau apa yang menurutku ‘seharusnya’, sehingga aku gagal melihat orang yang sedang terkulai di hadapanku.

Mungkin Engkau tidak meminta aku melakukan sesuatu yang besar. Mungkin hanya menyapa seseorang. Mendengarkan tanpa menghakimi. Mengunjungi seseorang yang kesepian, menawarkan pertolongan, mengampuni, atau memberikan waktu kepada seseorang yang sedang membutuhkan.

Bapa, St. Paulus mengingatkan kami, bahwa sedikit ragi dapat mengkhamirkan seluruh adonan. Demikian pula dosa yang kecil dan dibiarkan dapat perlahan memenuhi hati dan mempengaruhi orang-orang yang aku kasihi.

Aku mencintai mereka, dan ajarlah aku membenci dosa yang melukai mereka. Bersihkan hatiku dari kesombongan, iri hati, egoisme, dan segala sesuatu yang membuat aku lebih mementingkan diriku daripada orang lain.

Bapa, berikan kepada kami hati seperti hati Yesus: mata yang peka melihat kebutuhan, hati yang tergerak oleh belas kasih, dan tangan yang siap melakukan kebaikan. Jangan biarkan kerahiman yang aku terima dari-Mu berhenti di dalam diriku. Biarlah belas kasih-Mu mengalir melalui hidupku dan menjadi berkat bagi orang lain.

Aku mau mengingat satu hal: “Selalu ada waktu yang tepat untuk berbuat baik.”
Demi Sengsara Yesus yang pedih,
kasihanilah kami dan seluruh dunia.
Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)