Mukjizat Salib Kristus

“Mukjizat terbesar itu bukan, ketika Allah melakukan perkara ajaib bagi kita, melainkan ketika lewat salib Kristus, Ia menerima kita jadi anggota keluarga-Nya.”

Allah yang Maha Rahim, Putra-Mu merentangkan tangan-Nya kepada para murid dan berkata, “Inilah Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku. Siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di Surga, dialah saudara laki-laki-Ku, saudara perempuan-Ku, dan Ibu-Ku.”

Betapa luar biasanya kasih-Mu! Yesus bukan hanya mengundang kami jadi pengikut-Nya, melainkan juga menerima kami jadi anggota keluarga-Nya sendiri.

Bapa, Engkaulah yang menciptakan keluarga sebagai anugerah yang indah. Engkau menghendaki kami mengasihi orangtua, pasangan, anak-anak, dan saudara-saudari kami. Engkau mengingatkanku, bahwa anugerah itu tidak boleh menggantikan Sang Pemberi Anugerah. Keluarga adalah pemberian-Mu, tapi hanya Engkau pusat hidup kami semua. Saat Engkau jadi yang terutama, barulah kami mampu mengasihi keluarga dengan kasih yang benar, seturut teladan Putra-Mu.

Seperti Nabi Mikha, aku takjub akan belas kasih-Mu. Siapakah Allah seperti Engkau? Engkau tidak senang menghukum, tapi suka mengampuni. Engkau melemparkan dosa-dosaku ke dasar laut dan Engkau tetap setia, meskipun aku sering tidak setia. Tanda kasih-Mu yang terbesar bukanlah mukjizat-mukjizat yang mengagumkan, melainkan kedua tangan Yesus yang terentang di kayu salib, membuka jalan agar aku diterima jadi anggota keluarga-Mu.

Bapa, anugerahkanlah kepada kami hati yang rindu melakukan kehendak-Mu. Ajarlah kami percaya, bahwa setiap perintah-Mu selalu lahir dari kasih-Mu yang sempurna. Biarlah ketaatanku jadi jawaban syukur atas kerahiman yang telah lebih dahulu Engkau limpahkan kepadaku.

Semoga hidupku menyatakan, bahwa jati diriku yang terdalam bukanlah yang kumiliki atau siapa keluargaku di dunia ini, melainkan, bahwa aku adalah milik Kristus. Dengan rahmat-Mu, semoga aku hidup sebagai saudara dan saudari Yesus yang setia, rendah hati, dan penuh sukacita dalam melakukan kehendak-Mu.
Yesus, Engkaulah andalanku. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)