Sang Pembebas

“Injil diberi bukan untuk membenarkan harapanku tentang Tuhan, tapi untuk mengubahnya.”
Allah yang Maha Rahim,
Yesus berdiri di rumah ibadat di Nazaret dan berkata: “Roh Tuhan ada pada-Ku.” Ia datang membawa kabar baik kepada orang miskin, pembebasan bagi para tawanan, penglihatan bagi yang buta, dan kebebasan bagi mereka yang tertindas.
Awalnya orang-orang Nazaret mengagumi-Nya. Ketika Yesus menantang cara berpikir mereka dan mengingatkan, bahwa belas kasih-Mu juga diberikan kepada orang asing, kekaguman itu berubah menjadi kemarahan.
Bapa, aku pun sering seperti itu. Aku menerima Yesus selama Ia sesuai dengan keinginanku. Aku menyukai Injil selama Injil tidak menuntutku melepaskan sikap, prasangka, atau batas-batas yang sudah nyaman bagiku.
Yesus tidak datang untuk menjadi penyelamat yang sesuai dengan keinginanku. Ia datang untuk membebaskanku.
Santo Paulus mengingatkan, bahwa iman itu tidak dibangun atas kepandaian atau kemampuan manusia, tapi “atas kekuatan Allah.”
Bapa, biarlah Sabda-Mu menerangi hatiku. Tunjukkan kepadaku di mana aku masih ingin mengatur-Mu, membatasi kasih-Mu, atau menentukan yang layak menerima belas kasih-Mu.
Roh Kudus, penuhi aku dengan keberanian untuk mengikuti Yesus meskipun tidak populer, dan dengan kasih untuk melihat setiap orang sebagai pribadi yang juga Engkau kasihi.
Yesus, Engkau bukan hanya Juru Selamat yang kuinginkan, melainkan yang aku butuhkan.
Yesus, Engkaulah Andalanku. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.