Bersaudara dalam Ikatan Kasih

Ketika Ibu dan saudara-saudara Yesus datang mencari-Nya, Dia memberikan jawaban yang mengejutkan, “Siapa Ibu-Ku? Siapa saudara-saudara-Ku?” Sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya, Ia berkata, “Inilah Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab, siapa saja yang melakukan kehendak Bapa-Ku di Surga, dialah saudara-Ku laki-laki, saudara-Ku perempuan, dan Ibu-Ku.”

Pernyataan Yesus ini bukan berarti Ia mengabaikan ikatan duniawi-Nya, melainkan Dia sedang menyoroti sebuah ikatan yang lebih dalam dan abadi, yaitu ikatan rohani yang terjalin melalui ketaatan kepada kehendak Bapa di Surga.

Melalui iman dan kepatuhan, kita semua dipanggil untuk jadi bagian dari keluarga rohani Yesus. Ikatan darah memang penting, tapi ikatan rohani yang didasarkan pada kasih dan ketaatan kepada Allah memiliki dimensi yang kekal.

Kita diajak untuk merenungkan tentang prioritas dalam hidup kita. Apakah kita lebih fokus pada ikatan duniawi semata, ataukah kita berusaha untuk membangun dan memperkuat ikatan rohani kita dengan Kristus dan sesama yang seiman? Melakukan kehendak Bapa adalah kunci untuk masuk dalam keluarga rohani Yesus.

Mari kita berusaha untuk hidup seturut dengan kehendak-Nya, sehingga kita semakin erat terhubung dengan-Nya dan jadi saudara satu sama lain dalam kasih.

“Ya Bapa, kami bersyukur karena Engkau telah memanggil kami untuk jadi bagian dari keluarga rohani-Mu melalui Yesus Kristus. Mampukan kami untuk selalu melakukan kehendak-Mu agar ikatan kami dengan-Mu dan sesama semakin kuat. Amin.”

Ziarah Batin