Pertolongan dalam Badai

Seorang anak kecil takut gelap. Suatu malam lampu padam, dan ia menangis. Ayahnya berkata dari seberang ruangan, “Aku di sini, Nak.” Meskipun tidak melihat, anak itu berhenti menangis, karena ia mendengar suara Ayahnya dan itu cukup membuatnya tenang. Ia tidak melihat, tapi percaya.
Yesus datang kepada para murid di tengah angin sakal dan gelombang besar. Mereka ketakutan. Tapi Yesus berkata, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” (Mat. 14: 27). Petrus sempat percaya dan berjalan di atas air. Ketika ia mulai melihat angin dan badai, ia takut, dan mulai tenggelam. Yesus segera mengulurkan tangan dan berkata, “Hai, orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”
Kita semua adalah Petrus; kadang percaya, tapi sering bimbang. Saat hidup terasa tenang, kita yakin Tuhan menyertai. Tapi saat badai datang: masalah, sakit, kegagalan, dan kehilangan, kita mulai bertanya, “Tuhan, di mana Engkau?” Dari Kitab 1 Raja-raja memperdalam pemahaman ini. Nabi Elia mencari Allah, dan Allah tidak hadir dalam angin besar, gempa, atau api, tapi dalam suara lembut dan kecil. Allah tidak selalu hadir dalam cara yang spektakuler. Ia hadir dalam keheningan, dalam suara hati, dalam pelukan orang terdekat, dan dalam doa yang hening.
Di tengah ‘badai’ hidup kita, apakah kita masih mampu mendengar suara lembut Tuhan? Apakah kita percaya, bahwa Yesus mengulurkan tangan-Nya, bahkan saat kita bimbang?
Tuhan hadir dalam badai hidup, tapi sering dalam cara yang lembut dan tidak terduga. Santo Paulus menunjukkan, betapa kasih dan iman yang mendalam membuatnya rela berkorban demi bangsanya. Ia mengenal Yesus, dan itu memberinya kekuatan, meski hatinya penuh duka. Inilah iman yang teguh dan percaya, meski tidak selalu mudah.
Mendiang Paus Fransiskus pernah berpesan, “Jangan takut menghadapi kesulitan hidup. Tuhan selalu bersama kita. Berpeganglah pada-Nya, jangan lepaskan tangan-Nya!”
Ya, Tuhan, kuatkanlah iman kami supaya kami tidak takut dalam mengayuh bahtera kehidupan kami sebagai orang beriman. Tetaplah bersama kami. Amin.
Ziarah Batin
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.