Lalang dan Gandum

“Allah tidak menunda, karena kejahatan sedang menang. Ia menunda, karena belas kasih-Nya masih mengubah lalang jadi gandum.”

Allah Bapa yang Maha Rahim, sering kali aku memandang dunia ini dan bertanya, “mengapa Engkau membiarkan kejahatan bertumbuh bersama kebaikan?” Aku melihat ketidakadilan, penderitaan, hati yang terluka, dan orang-orang yang menjauh dari-Mu. Kadang aku pun bertanya, mengapa Engkau tidak segera menyingkirkan semuanya itu.

Yesus mengajarkanku, bahwa kesabaran-Mu bukanlah kelemahan. Kesabaran-Mu adalah belas kasih.

Seandainya Engkau langsung mencabut setiap lalang saat pertama kali tumbuh, di manakah aku sekarang? Berapa kali Engkau dengan sabar menunggu aku bertobat, mengampuni, percaya, dan kembali kepada-Mu? Engkau tidak memperlakukanku menurut dosaku, tapi terus menyiram hidupku dengan rahmat agar aku bertumbuh jadi gandum yang menghasilkan buah.

Bapa, ajarlah aku untuk tidak mudah putus asa, ketika melihat lalang di sekelilingku, bahkan di dalam diriku sendiri. Tolonglah aku percaya, bahwa Roh Kudus tetap berkarya di tengah kelemahanku, membentukku sedikit demi sedikit untuk jadi pribadi yang Engkau kehendaki. Jauhkan aku dari sikap mudah menghakimi, sebab hanya Engkau yang melihat bagaimana rahmat-Mu sedang bekerja di dalam setiap jiwa.

Bapa jadikanlah hatiku tanah yang subur bagi benih Sabda-Mu. Semoga hidupku menghasilkan buah kasih, belas kasih, pengampunan, dan pengharapan, sehingga pada saat panen terakhir tiba, aku boleh bersinar bersama anak-anak-Mu di dalam Kerajaan Kristus.
Yesus, Engkaulah Andalanku. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)