Dipanggil untuk Melekat pada Sang Guru

“Barang siapa mengasihi Bapa atau Ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku” (Mat 10: 37a).
Proses operasi bayi kembar Siam tergolong rumit dan memakan waktu lama. Hal ini tentu menyakitkan bagi si bayi. Setelah melalui semua proses itu, kedua bayi akan tumbuh normal, bebas bergerak, dan hidup bahagia seperti anak-anak pada umumnya.
Ungkapan Yesus kepada para murid memang terdengar tidak menyenangkan: “Jangan kamu menyangka bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi … melainkan pedang.” Perkataan ini mungkin membuat hati para murid menciut dan sedih, karena harus berpisah dari orang-orang yang mereka kasihi.
Namun, maksud Yesus adalah menegaskan, bahwa keterikatan yang berlebihan dapat membawa penderitaan dan membatasi kebebasan. Ia mengajak para murid untuk melekat hanya kepada-Nya, menjadikan-Nya yang utama dan tujuan hidup. Seperti yang dikatakan-Nya, setiap orang yang setia tidak akan kehilangan upahnya. Itulah kebahagiaan sejati sebagai murid Yesus.
Adakah hal-hal yang membuat hati kita lebih melekat pada sesuatu selain Yesus?
Marilah kita waspada dan menata kembali hati kita agar Yesus tetap jadi yang utama dalam hidup kita.
Sr. M. Brigitta, P. Karm
Senin, 13 Juli 2026
Yes 1: 11-17 Mzm 50: 8-9.16-17.21.23; Mat 10: 34-11:1
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.