Hidup Baru dalam Yesus

“Yesus menyatakan diri sebagai Mempelai Pria. Kehadiran-Nya membawa sukacita, bukan kesedihan dan kekosongan, melainkan membawa hidup baru.”

Allah yang Maha Rrahim,
Engkau mengingatkan kami, bahwa Engkau bukan Allah yang membiarkan reruntuhan tetap hancur. Engkau adalah Allah yang memulihkan. Melalui Nabi Amos, Engkau berjanji membangun kembali yang roboh dan memulihkan yang hilang. Bahkan Engkau menjanjikan panen yang melimpah, sehingga penabur dan penuai seakan bekerja bersamaan. Begitulah kemurahan hati-Mu: melampaui harapan kami.

Dalam Injil, Yesus menyatakan diri sebagai Mempelai Pria. Kehadiran-Nya membawa sukacita, bukan kesedihan dan kekosongan, melainkan membawa hidup baru. Di mana Yesus hadir, selalu ada harapan baru.

Bapa, sering kali kami hidup dengan “kantong anggur lama,” terikat pada luka lama, ketakutan, pola pikir lama, dan dosa yang sama. Padahal Yesus datang membawa anggur baru: rahmat, kekuatan, dan hidup baru dalam Roh Kudus. Berilah kami hati yang lentur dan terbuka untuk menerima karya-Mu yang baru.

Terima kasih, meski kadang kami merasa jauh dari-Mu, tapi Putra-Mu tidak pernah meninggalkan kami. Sang Mempelai tetap menyertai kami melalui kehadiran-Nya dalam Ekaristi, dan Roh-Nya menuntun kami menuju perjamuan kawin abadi di Surga.

Penuhi kami dengan Roh Kudus-Mu. Pulihkan yang retak, segarkan yang letih, dan perbesar hati kami untuk menerima kasih-Mu.

Yesus, Sang Mempelai jiwa kami, arahkan pandangan kami hanya kepada-Mu. Ajarlah kami hidup dalam pengharapan, sukacita, dan kerinduan kudus akan perjumpaan kekal bersama-Mu.

Yesus, Engkaulah Andalanku. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)