Iman Sejati:
Totalitas Kesadaran Jiwa

“Sejatinya tujuan hidup ini bukanlah hidup tanpa badai, melainkan hidup penuh iman bersama Yesus”

Allah yang Maha Rahim, Sabda-Mu mengajak kami untuk bersiap berjumpa dengan-Mu: bukan hanya saat hidup tenang, melainkan juga di tengah badai kehidupan.

Melalui Nabi Amos, Engkau memanggil umat-Mu untuk bangun dan kembali kepada-Mu: “Bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu.”

Dalam Injil, para murid menghadapi badai yang dahsyat. Ombak menghantam perahu, angin mengamuk, dan ketakutan segera memenuhi hati mereka. Betapa sering… itulah kisah hidup kami juga! Saat sakit, kehilangan, kecemasan, atau masalah datang tiba-tiba, respons pertama sering kali adalah takut, bukan percaya.

Yesus ada di dalam perahu itu. Dia tidak pergi. Dia tidak kehilangan kuasa. Dia tetap tenang dalam kepercayaan sempurna kepada Bapa.

Bapa, kadang terasa seolah Yesus tertidur di tengah badai hidup kami. Kami berdoa, tapi Surga terasa sunyi. Kami berseru, “Tuhan, selamatkan aku!” dan bertanya-tanya, apakah Engkau mendengar doa kami?

Hari ini Engkau mengingatkan: Engkau diam bukan berarti tidak hadir. Walau kami tak merasakan-Mu, Engkau tetap ada bersama kami.

Putra-Mu bangkit, menghardik angin dan danau, maka seketika semuanya jadi teduh. Yesus yang sama tetap berkuasa atas setiap badai: di sekeliling kami maupun di dalam hati kami. Tidak ada ketakutan yang mengalahkan kuasa-Nya. Tidak ada kegelapan yang pernah lebih kuat dari terang-Nya.

Ajar kami hidup oleh iman dan bukan oleh ketakutan. Tambahkan kepercayaan kami saat hati ini gentar. Ingatkan kami, bahwa tujuan hidup ini bukanlah hidup tanpa badai, melainkan hidup penuh iman bersama Yesus.

Sebab ketika Yesus bersama kami, badai sebesar apa pun tak akan menenggelamkan kami.
Yesus, Engkaulah Andalanku. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)