Ya, Tuhanku dan Allahku!

“Dalam perjumpaan dengan Yesus, keraguan Thomas berubah jadi penyembahan yang totalitas.”
Allah yang Maha Rahim,
hari ini Gereja merayakan pesta St. Thomas, seorang Rasul yang pergumulannya terasa sangat dekat dengan hidup kami.
Thomas ingin bukti. Ia ingin melihat dan menyentuh sendiri. Ia berkata, “Sebelum aku melihat… sebelum aku mencucukkan tanganku… aku tidak akan percaya.”
Bukankah sering kali itu juga suara hati kami? Di zaman yang penuh hoaks, manipulasi, dan informasi yang simpang siur, kami terbiasa berkata: “Tunjukkan dulu buktinya.”
Memang, sikap kritis itu kadang diperlukan. Tapi iman mengajak kami melangkah lebih jauh dari sekadar apa yang dapat dilihat dan diukur.
Bapa, pergumulan Thomas bukan hanya soal logika, melainkan juga luka hati. Ia telah menyaksikan Yesus disalibkan. Harapannya runtuh. Hatinya terluka. Demikian juga dengan kami, sering kali di balik keraguan kami tersembunyi kekecewaan, doa yang belum terjawab, atau luka yang belum sembuh.
Yesus tidak menolak Thomas.
Dengan belas kasih yang luar biasa, Yesus datang kembali, demi satu murid yang terluka. Ia masuk ke dalam kegelapan Thomas bukan untuk menghukum, melainkan membawa damai. Bukan untuk mempermalukan, melainkan untuk memulihkan.
“Jangan tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”
Dalam perjumpaan itu, keraguan Thomas berubah jadi penyembahan:
“Ya, Tuhanku dan Allahku!”
Sungguh perubahan yang luar biasa. Thomas yang dulu ragu akhirnya jadi saksi yang berani. Tradisi mengatakan ia mewartakan Injil sampai ke India. Dari seorang yang menuntut bukti, ia jadi pilar Gereja-Mu, ikut membangun rumah rohani yang berlandaskan para Rasul, dengan Kristus sebagai batu penjuru.
Bapa, terima kasih, karena kisah Thomas memberi kami harapan. Keraguan kami tidak membuat kami ditolak oleh-Mu. Saat kami membawanya kepada Yesus, bahkan keraguan pun dapat jadi jalan menuju iman yang lebih dalam.
Tuhan Yesus, hari ini Engkau juga berkata kepada kami:
“Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
Kami memang tidak melihat luka-luka-Mu seperti Thomas. Tapi dalam Ekaristi, Sakramen-sakramen, dan dalam doa, Engkau sungguh hadir di tengah kami.
Tambahkanlah iman kami. Ubah keraguan jadi kepercayaan, ketakutan jadi penyerahan, dan luka-luka kami jadi kesaksian.
Hari ini kami berdoa bersama St. Thomas:
Ya, Tuhanku dan Allahku. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.