Kasih Sejati

“Kasih Allah selalu lebih besar daripada dosa kita.”

Allah Bapa yang Maha Rahim, betapa berbeda hati-Mu dari hati manusia. Ketika orang-orang Farisi bersekongkol untuk membunuh Yesus, Putra-Mu tidak membalas kebencian dengan kebencian. Ia memilih mundur dengan tenang, lalu melanjutkan karya kasih-Nya: menyembuhkan semua orang yang datang kepada-Nya.

Inilah Raja yang Engkau utus: lemah lembut, namun penuh kuasa.

Seperti nubuat Yesaya, “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya.” Yesus tidak datang untuk menghukum mereka yang telah jatuh, tapi untuk mengangkat mereka kembali. Ia tidak menjauh dari orang berdosa, tapi berdiri bersama mereka agar mereka dipulihkan.

Bapa, sering kali akulah buluh yang hampir patah itu. Kegagalanku membuatku malu datang kepada-Mu. Luka-lukaku membuatku merasa tidak layak. Tapi Yesus justru mendekat, mengangkatku, memulihkan martabatku sebagai anak-Mu, dan mengingatkanku, bahwa belas kasih-Mu selalu lebih besar daripada dosaku.

Jangan biarkan kami jadi seperti orang Farisi yang mengenal hukum, tapi gagal mengenali ‘Kasih Sejati’ yang hidup di hadapan mereka. Lembutkan hati kami. Ajarlah kami kekuatan dari kelemahlembutan: berani memilih kasih, ketika disakiti; mengampuni, ketika dilukai; dan tetap berbuat baik, ketika disalahpahami.

Semoga belas kasih-Mu bertumbuh dalam hidup kami, sehingga kami dapat jadi penghiburan bagi mereka yang hampir kehilangan harapan, menguatkan yang rapuh, dan membawa mereka makin dekat kepada-Mu.

Di dalam Yesus, segala bangsa menemukan pengharapan; dan aku pun menemukan hidupku kembali.
Yesus, Engkaulah Andalanku. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)